“Kuotanya tidak ada perubahan, tetap di angka 44.851 KL,” ucap Dadang.
Dadang juga mengaku, hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak negatif maupun kendala dalam penggunaan biosolar B50 di Sumenep.
Pemerintah Kabupaten Sumenep, kata dia, terus berkoordinasi dengan PT Pertamina untuk memantau distribusi dan penggunaan BBM tersebut.
“Kami terus berkoordinasi dengan Pertamina. Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada kendala apa-apa,” tutur dia. ***

