Dengan wajah panik, pencuri menjawab, "Saya cuma ingin mencuri, tapi kok rumah Anda begitu licin?"

Kalaban roba ngetek makettek, se maleng ajawab, "Sengko' pera' terro ngeco'a, tape arapa bengkona ba'na ma' ce' lecenna?"


Baca Juga: Urgensi Literasi Bahasa Madura: Membangun Jembatan Budaya dan Pendidikan https://dimadura.id/urgensi-literasi-bahasa-madura-membangun-jembatan-budaya-dan-pendidikan/

3. Navigasi Kucing

[caption id="attachment_4510" align="aligncenter" width="736"]Gambar ilustrasi Cerita Lucu Tapi Satir Bahasa Madura Gambar ilustrasi Cerita Lucu Tapi Satir Bahasa Madura "Navigasi Kucing" | "GPS-sa Koceng" (Sumber: Pinterest)[/caption]

Pada suatu hari, seorang pria bernama Adi pergi ke toko hewan peliharaan untuk membeli GPS kucing, perangkat canggih yang memungkinkan pemiliknya untuk melacak lokasi kucing mereka secara real-time.

GPS Koceng

Settong bakto, badha reng lake' anyama Adi, entar ka barung keban peyara'an, melleya GPS-sa koceng—baragat canggi se bisa noduwagi towanna kaangguy alaca' badhana koceng teppa' bakto.

Begitu sampai di toko, ia bertanya pada penjual, "Maaf, di mana saya bisa menemukan GPS kucing?"

E tempona dhapa' ka barung, Adi atanya ka se ajuwal, "Saporana, e dhimma sengko' bisa nemmo GPS-sa koceng?"

Sang penjual tersenyum lebar dan membawanya ke bagian yang tepat. "Inilah perangkat GPS kucing terbaru," kata sang penjual, sambil menunjukkan sebuah kotak kecil berlabel 'GPS Kucing 5000'.

Se dagang mesem gumbira ban pas ngajak Adi ka kennengngan se jijip. "Areya' cem-macemma baragat GPS-sa koceng nyar-anyar," ca'na se dagang, sambi noduwagi settong kothak kene' atoles: GPS Koceng 5000.