Selanjutnya, Bhakti (Bedah dan Apresiasi Karya Tari) Maharaya berlangsung pada 2 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 WIB.
Forum ini menghadirkan akademisi, pengamat seni, serta dua koreografer terbaik dari kategori anak dan dewasa Festival Menari sebagai narasumber.
Nur Khalis menjelaskan para koreografer akan membedah proses kreatif, ide penciptaan, hingga pengalaman mereka menyusun sebuah karya.
“Dengan begitu, peserta dan masyarakat dapat memahami bahwa sebuah pertunjukan tari lahir melalui proses artistik yang panjang,” jelasnya.
Ia berharap, konsep festival yang diupayakan mengintegrasikan hiburan dan edukasi ini mampu melahirkan karya-karya baru sekaligus memperkuat budaya berdiskusi dan mengapresiasi seni tari di Sumenep.
"Seluruh rangkaian kegiatan ini saling berkaitan. Rekreasi dan edukasi berjalan bersama dalam satu tema besar, yaitu tari. Kami ingin Maharaya tidak hanya menjadi festival yang meriah nantinya, tetapi juga memberi ruang lahirnya gagasan dan karya-karya baru," urai Nur Khalis menutup keterangan. ***

