SUMENEP, DIMADURAPenari cilik Sanggar Rukun Pewaras siap menyemarakkan Festival Kebudayaan Pesisir Utara Kabupaten Sumenep 2026 yang digelar besok di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sabtu 22 Agustus 2026.

Kehadiran para penari cilik menjadi salah satu daya tarik dalam perhelatan yang mengusung kekayaan budaya pesisir tersebut.

Mengenakan busana tradisional, mereka akan tampil membawa ekspresi seni yang sekaligus memperlihatkan keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan tradisi.

Dalam kesenian tradisional, panggung semacam ini memiliki arti lebih jauh daripada pertunjukan. Anak-anak yang belajar menari sedang menjalani proses pewarisan budaya melalui gerak, musik, kostum, disiplin latihan, dan keberanian tampil di hadapan publik.

Festival Kebudayaan Pesisir Utara Sumenep juga menjadi ruang untuk mempertemukan seni budaya dengan potensi wisata dan ekonomi masyarakat.

Konsep festival pesisir yang digelar di Sumenep dalam beberapa tahun terakhir umumnya memadukan pertunjukan seni kolosal, tradisi maritim, pemberdayaan UMKM, kegiatan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengajak masyarakat pantai utara, terutama warga Kecamatan Dasuk, untuk hadir dan memeriahkan festival tersebut.

"Saya mengajak seluruh masyarakat pantura, khususnya masyarakat Kecamatan Dasuk, bersama-sama memeriahkan Festival Kebudayaan Pesisir Utara Kabupaten Sumenep tahun 2026," ajak Fauzi, sebagaimana disampaikan dan dikutip dimadura dari unggahan Sanggar Rukun Pewaras, Jumat (21/8).

Menurut Fauzi, festival tersebut diharapkan dapat memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya sekaligus membuka ruang lebih besar bagi pengembangan wisata pesisir.

"Datang, lestarikan budaya, perkuat kebersamaan dan, bangkit potensi wisata pesisir Sumenep," pungkasnya.