RESENSI, DIMADURA -- Buku "Ensiklopedia Cagar Budaya Sumenep" yang disusun Tadjul Arifien R dan Arif Susanto ini merupakan salah satu kontribusi monumental dalam melestarikan warisan sejarah dan budaya yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Dengan 210 halaman yang memuat 112 objek cagar budaya, buku ini menawarkan perspektif baru tentang kekayaan budaya daerah yang menjadi ikon sejarah di ujung timur Pulau Madura.
Ia sekaligus menjadi representasi penting hasil penelitian arkeologi yang tidak hanya memetakan situs-situs budaya, tetapi juga memberikan tafsir ilmiah tentang perjalanan sejarah Sumenep sejak masa prasejarah hingga era modern.
Sambutan dari Bupati Sumenep, Rektor UNIBA Madura, dan Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Sumenep menunjukkan bahwa buku ini adalah referensi resmi yang diakui oleh pemangku kepentingan budaya.
Dari Prasejarah hingga Religi
Buku ini hadir sebagai hasil perjalanan panjang yang didasarkan pada penelitian arkeologi di wilayah daratan dan kepulauan Sumenep.
Dengan pendekatan akademis yang kuat, penulis menelusuri jejak kehidupan masyarakat dari era prasejarah, masa klasik, kolonial, hingga perkembangan religi yang menjadi ciri khas budaya lokal.
Lebih dari sekadar kumpulan data, buku ini mencatat hasil kerja Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sumenep periode 2016 – 2022.
Berbagai aktivitas, seperti kajian ilmiah, sidang pra-rekomendasi, kunjungan kerja ke Balai Arkeologi Yogyakarta, hingga studi banding ke Kota Tua Jakarta, menjadi bagian integral dari kontennya.
Pendekatan ini memastikan buku ini tidak hanya bermanfaat bagi akademisi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk lebih mengenal warisan leluhur mereka.
Sebagai Karya Monumental
Keunggulan utama buku ini terletak pada kemampuannya menyajikan sejarah dan budaya secara komprehensif.

