NASIONAL, DIMADURA – Viralnya momen Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menginjak kepala kerbau saat menerima gelar kehormatan adat di Lampung memicu beragam respons dari kalangan politik hingga tokoh adat.

Peristiwa yang terjadi di Kedaton Keagungan Lampung, Sabtu (27/6/2026), itu memunculkan perdebatan antara pemaknaan budaya dan tafsir politik di ruang publik.

Foto dan video Jokowi saat meletakkan kaki di atas kepala kerbau tersebut menyebar luas di media sosial dan menjadi perbincangan masyarakat.

Komentar Tokoh PDI-P

Viralnya foto aksi Jokowi tersebut mendapat tanggapan dari Ketua DPP PDI Perjuangan, Guntur Romli, yang memberikan kritik terhadap prosesi tersebut.

Guntur berpandangan, hewan kurban dalam tradisi apa pun seharusnya tetap diperlakukan dengan hormat.

"Saya juga tidak tahu kalau maksudnya seperti itu, tapi biasanya kalau hewan yang dikurbankan itu dihormati loh, mau dengan acara adat sekalipun, bukan diinjak seperti itu," ujar Guntur saat dikonfirmasi, Sabtu.

Guntur pun membandingkan perlakuan terhadap kerbau dalam tradisi di wilayah lain. Ia juga menyoroti etika peletakan kaki di atas kepala hewan yang telah disembelih.

"Sikap Jokowi yang menginjak kakinya di atas kepala kerbau/sapi itu bentuk kesombongan, tapi biarkan rakyat yang menilai," kata Guntur.

Di sisi lain, Guntur membantah anggapan hewan dalam prosesi itu dikaitkan dengan lambang partainya.