"Menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau bermakna menghilangkan sifat-sifat binatang dalam diri, seperti sombong, iri, dengki, tamak, dan sifat buruk lainnya. Jadi tidak ada hubungan dengan politik," jelasnya.

Lebih lanjut, Mawardi menjelaskan, penyembelihan kerbau merupakan bagian dari prosesi Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi, yakni upacara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Lampung Pepadun.

Menurutnya, setiap tahapan dalam prosesi tersebut mengandung nilai filosofis yang mengajarkan penghormatan terhadap adat, kehidupan, dan sesama.

Selain prosesi yang melibatkan kerbau, warna merah yang mendominasi lokasi penyematan gelar kepada Jokowi juga sempat menjadi perbincangan.

Kemudian, Mawardi mengatakan, penggunaan karpet merah di Kedatun Keagungan juga merupakan bagian dari tata ruang adat dan tidak berkaitan dengan simbol politik.

"Memang di Kedatun Keagungan karpetnya merah semua. Di tangga, jalan menuju museum, semuanya menggunakan karpet merah. Jadi bukan ditujukan kepada kelompok tertentu," tuturnya.***