Dalam puisinya, Leni mengibaratkan Haji Her seperti Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai saudagar kaya sekaligus pribadi yang gemar bersedekah.
*Dari Berjualan Pulpen hingga Berbagi untuk Pendidikan*
Di tengah kegiatan tersebut, Halidah juga mengungkapkan kisah perjalanan hidup Haji Her sebelum dikenal sebagai pengusaha sukses.
Menurut dia, Haji Her pernah mengalami kesulitan ekonomi dan harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan berjualan pulpen.
Kisah itu menjadi sisi lain perjalanan seorang pengusaha yang kini mampu membantu masyarakat, termasuk mendukung perbaikan fasilitas pendidikan.
Bagi Halidah, bantuan yang diberikan Haji Her tidak hanya berarti bagi upaya memperbaiki ruang kelas yang rusak.
Kehadirannya juga membawa pesan tentang arti perjuangan, kepedulian, dan pentingnya berbagi kepada sesama.
“Ini juga memberikan pelajaran berharga bagi para siswa bahwa keterbatasan masa lalu bukanlah penghalang untuk menjadi manfaat bagi sesama di masa depan,” ujar Halidah.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menjadi awal bagi perbaikan kondisi sekolah sehingga para siswa bisa kembali belajar di lingkungan yang lebih aman dan layak.
Kerusakan sejumlah ruang kelas di SDN Kowel 3 menjadi pengingat bahwa kelayakan sarana pendidikan merupakan kebutuhan mendasar yang tidak boleh diabaikan.

