Ia mengapresiasi langkah DPC HKTI Lumajang yang menggabungkan konsolidasi organisasi dengan forum diskusi dan promosi produk pertanian.

Menurut Arum, kepengurusan PAC yang baru dilantik perlu segera menerjemahkan mandat organisasi menjadi program yang menjawab persoalan petani di wilayah masing-masing.

“Kami berharap kepengurusan PAC yang baru dilantik segera tancap gas berkolaborasi dengan pemerintah setempat,” ujar Arum.

Ia menilai, kerja sama antara organisasi petani, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan untuk menjaga produktivitas pertanian serta keberlanjutan pasokan pangan.

Salah satu upaya untuk mengidentifikasi kebutuhan petani dilakukan melalui Sarasehan Kedaulatan Pangan.

Forum tersebut membahas sejumlah persoalan yang dihadapi sektor pertanian, antara lain ketersediaan pupuk, tantangan usaha tani, dan pemasaran hasil produksi.

Diskusi ini diharapkan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

Persoalan sarana produksi dan akses pasar menjadi aspek penting karena berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha tani dan pendapatan petani.

Di sisi lain, Lumajang Food Security Expo 2026 menjadi ruang promosi bagi produk unggulan pertanian dan pangan lokal.

Pameran yang berlangsung di Alun-Alun Lumajang tersebut menampilkan produk kelompok tani, inovasi teknologi pertanian, serta berbagai olahan pangan.