Kegiatan itu juga melibatkan organisasi kepemudaan, Kadin, HIPMI, Gegkraf, kelompok tani, gabungan kelompok tani, serta penyuluh pertanian lapangan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, DPC HKTI Lumajang berharap penguatan organisasi dapat berjalan beriringan dengan penyelesaian persoalan petani dan pengembangan pasar produk lokal.

"Keberhasilan upaya ini pada akhirnya akan ditentukan oleh tindak lanjut program di lapangan, terutama sejauh mana pendampingan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani," pungkasnya. **