NEWS DIMADURA, SAMPANG - Camat Karang Penang, Kabupaten Sampang, Yasid Bustomi, kembali jadi sorotan. Ia diduga kerap tidak masuk kantor, tetapi tetap tercatat hadir dengan cara curang melakukan absensi sidik jari (fingerprint) menggunakan tangan orang lain.
Seorang pegawai kecamatan yang enggan disebut namanya membongkar praktik ini. Menurutnya, sang camat kerap mangkir dari tugas tanpa alasan yang jelas, tetapi tetap terhitung hadir dalam sistem absensi.
“Saya sudah mengetahui perbuatan Pak Camat yang sering tidak masuk kantor. Agar tetap dianggap hadir, ia diduga meminta orang lain melakukan fingerprint untuknya,†ujar sumber terpercaya tersebut, Jumat (27/3) lalu.
Bukan hanya dia yang menyadari kecurangan ini. Menurutnya, banyak staf kecamatan mengetahui kebiasaan buruk atasannya, tetapi memilih diam karena takut dampaknya.
“Hanya saya yang berani berbicara soal ini. Banyak pegawai lain tahu, tapi mereka takut mengungkapkan keburukan Pak Camat,†tegasnya.
Pegawai tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, khususnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), untuk segera bertindak.
“Kami berharap Pemkab Sampang segera bertindak agar tidak ada lagi pegawai yang memakan gaji buta,†pintanya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Yasid Bustomi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan awak media melalui pesan WhatsApp pribadinya.*** Skandal Absensi! Camat Karang Penang Sampang Diduga Pakai Joki Fingerprint
R
Redaksi
Selasa, 1 April 2025 | 08:12 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SAMPANG - Camat Karang Penang, Kabupaten Sampang, Yasid Bustomi, kembali jadi sorotan. Ia diduga kerap tidak masuk kantor, tetapi tetap tercatat hadir dengan cara curang melakukan absensi sidik jari (fingerprint) menggunakan tangan orang lain.
Seorang pegawai kecamatan yang enggan disebut namanya membongkar praktik ini. Menurutnya, sang camat kerap mangkir dari tugas tanpa alasan yang jelas, tetapi tetap terhitung hadir dalam sistem absensi.
“Saya sudah mengetahui perbuatan Pak Camat yang sering tidak masuk kantor. Agar tetap dianggap hadir, ia diduga meminta orang lain melakukan fingerprint untuknya,†ujar sumber terpercaya tersebut, Jumat (27/3) lalu.
Bukan hanya dia yang menyadari kecurangan ini. Menurutnya, banyak staf kecamatan mengetahui kebiasaan buruk atasannya, tetapi memilih diam karena takut dampaknya.
“Hanya saya yang berani berbicara soal ini. Banyak pegawai lain tahu, tapi mereka takut mengungkapkan keburukan Pak Camat,†tegasnya.
Pegawai tersebut mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, khususnya Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), untuk segera bertindak.
“Kami berharap Pemkab Sampang segera bertindak agar tidak ada lagi pegawai yang memakan gaji buta,†pintanya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, Yasid Bustomi belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang dikirimkan awak media melalui pesan WhatsApp pribadinya.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara