NEWS DIMADURA, SAMPANG - Desa Morbatoh di Sampang, Madura, menyimpan kisah rakyat yang luar biasa tentang air, batu, dan kesaktian.
Cerita ini disampaikan langsung oleh sesepuh desa, Mbah Rasuna, yang kini berusia lebih dari 115 tahun.
Konon, nama “Morbatoh“ berasal dari bahasa Madura mor berarti “sumur†dan bato’ berarti “batuâ€. Nama ini lahir dari kejadian ajaib yang terjadi ratusan tahun lalu.
Dahulu, desa ini mengalami krisis air parah. Warga telah mencoba menggali banyak sumur, tapi semua upaya gagal.
Tanah yang gembur justru tak menghasilkan apa-apa. Hingga akhirnya, datanglah seorang tokoh sakti dari Bangkalan bernama Ke’ Lesap atau Armina.
Ke’ Lesap bukan orang biasa. Ia dikenal sebagai pahlawan Madura yang sakti mandraguna.
Dalam perjalanannya keliling Madura untuk melawan pemerintahan kolonial, ia singgah di desa ini. Kala itu, ia sangat kehausan.
Melihat kondisi warga dan kehausannya sendiri, Ke’ Lesap menancapkan tongkat kayu ke tanah berbatu sambil berdoa kepada Allah SWT. Ajaibnya, air langsung menyembur keluar dari batu tersebut.
Mulai saat itu, sumur-sumur mulai digali di area berbatu, dan semuanya mengeluarkan air. Sebaliknya, tanah yang mudah digali tetap kering.
Peristiwa ini menjadi awal mula desa ini dikenal sebagai Morbatoh, Desa Sumur Batu.
Sumber mata air pertama berasal dari daerah selatan desa, tepatnya di Gunung Bere’elah. Kisah ini diwariskan secara lisan dan dipercaya masyarakat sebagai bagian dari sejarah desa mereka.
Legenda ini bukan sekadar cerita rakyat, tapi menjadi simbol harapan dan keajaiban bagi warga Morbatoh hingga hari ini.***
Sumber Buku: Asal usul dan Sejarah Orang Madura, cet 1, (Gunadi Kasnowihardjo dkk, Balai Arkeologi Provinsi DIY 2021). Asal Usul Desa Morbatoh Sampang: Sumur Batu dan Keajaiban Ke’ Lesap
R
Redaksi
Selasa, 15 April 2025 | 16:14 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SAMPANG - Desa Morbatoh di Sampang, Madura, menyimpan kisah rakyat yang luar biasa tentang air, batu, dan kesaktian.
Cerita ini disampaikan langsung oleh sesepuh desa, Mbah Rasuna, yang kini berusia lebih dari 115 tahun.
Konon, nama “Morbatoh“ berasal dari bahasa Madura mor berarti “sumur†dan bato’ berarti “batuâ€. Nama ini lahir dari kejadian ajaib yang terjadi ratusan tahun lalu.
Dahulu, desa ini mengalami krisis air parah. Warga telah mencoba menggali banyak sumur, tapi semua upaya gagal.
Tanah yang gembur justru tak menghasilkan apa-apa. Hingga akhirnya, datanglah seorang tokoh sakti dari Bangkalan bernama Ke’ Lesap atau Armina.
Ke’ Lesap bukan orang biasa. Ia dikenal sebagai pahlawan Madura yang sakti mandraguna.
Dalam perjalanannya keliling Madura untuk melawan pemerintahan kolonial, ia singgah di desa ini. Kala itu, ia sangat kehausan.
Melihat kondisi warga dan kehausannya sendiri, Ke’ Lesap menancapkan tongkat kayu ke tanah berbatu sambil berdoa kepada Allah SWT. Ajaibnya, air langsung menyembur keluar dari batu tersebut.
Mulai saat itu, sumur-sumur mulai digali di area berbatu, dan semuanya mengeluarkan air. Sebaliknya, tanah yang mudah digali tetap kering.
Peristiwa ini menjadi awal mula desa ini dikenal sebagai Morbatoh, Desa Sumur Batu.
Sumber mata air pertama berasal dari daerah selatan desa, tepatnya di Gunung Bere’elah. Kisah ini diwariskan secara lisan dan dipercaya masyarakat sebagai bagian dari sejarah desa mereka.
Legenda ini bukan sekadar cerita rakyat, tapi menjadi simbol harapan dan keajaiban bagi warga Morbatoh hingga hari ini.***
Sumber Buku: Asal usul dan Sejarah Orang Madura, cet 1, (Gunadi Kasnowihardjo dkk, Balai Arkeologi Provinsi DIY 2021).
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara
Berita Terpopuler