NEWS DIMADURA, SAMPANG - Cuaca yang tak menentu mendorong para petani di Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, untuk mengambil langkah tak biasa. Meski kalender menunjukkan sudah memasuki musim kemarau, hujan yang terus mengguyur membuat petani setempat kembali menanam padi untuk ketiga kalinya dalam tahun ini. Senin (23/6/2025).
Langkah tersebut dilakukan secara spontan oleh para petani, mengingat curah hujan masih tinggi dan tak menunjukkan tanda-tanda berakhirnya musim penghujan. Ach. Safik, salah satu petani setempat, mengatakan kondisi cuaca tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami hanya bisa menyimpulkan bahwa musim hujan kali ini lebih panjang. Daripada lahan dibiarkan kosong, kami memanfaatkannya dengan kembali menanam padi,†ujar Safik.
Sebagai langkah antisipasi bila hujan benar-benar berhenti, para petani memilih lahan yang dekat dengan aliran sungai. Dengan begitu, kebutuhan air tetap bisa terpenuhi lewat pompa dari sumber air terdekat.
“Kalau nanti hujan berhenti total, kami tinggal pakai pompa air dari sungai. Alhamdulillah, sejauh ini pasokan air masih cukup,†ujar petani lain, Abd. Salam.
Inisiatif petani ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Sampang, Alan Kaisan. Ia memuji langkah cerdas Kelompok Tani (Poktan) Sari Mulyo yang menggagas penanaman padi ketiga ini.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Poktan Sari Mulyo. Ini bukan hanya solusi cerdas bagi petani, tapi juga kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,†ujar Alan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petani dan pemerintah daerah agar pertanian bisa berkembang dengan arah dan dukungan yang jelas.
“Petani tidak boleh hanya mengandalkan insting. Kolaborasi dengan pemerintah penting agar pertanian menjadi lebih terencana dan berkelanjutan,†tutupnya.*** Musim Kemarau Basah, Petani di Kedungdung Sampang Giat Tanam Padi Tiga Kali Setahun
R
Redaksi
Senin, 23 Juni 2025 | 08:54 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SAMPANG - Cuaca yang tak menentu mendorong para petani di Desa Muktesareh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, untuk mengambil langkah tak biasa. Meski kalender menunjukkan sudah memasuki musim kemarau, hujan yang terus mengguyur membuat petani setempat kembali menanam padi untuk ketiga kalinya dalam tahun ini. Senin (23/6/2025).
Langkah tersebut dilakukan secara spontan oleh para petani, mengingat curah hujan masih tinggi dan tak menunjukkan tanda-tanda berakhirnya musim penghujan. Ach. Safik, salah satu petani setempat, mengatakan kondisi cuaca tahun ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kami hanya bisa menyimpulkan bahwa musim hujan kali ini lebih panjang. Daripada lahan dibiarkan kosong, kami memanfaatkannya dengan kembali menanam padi,†ujar Safik.
Sebagai langkah antisipasi bila hujan benar-benar berhenti, para petani memilih lahan yang dekat dengan aliran sungai. Dengan begitu, kebutuhan air tetap bisa terpenuhi lewat pompa dari sumber air terdekat.
“Kalau nanti hujan berhenti total, kami tinggal pakai pompa air dari sungai. Alhamdulillah, sejauh ini pasokan air masih cukup,†ujar petani lain, Abd. Salam.
Inisiatif petani ini mendapat apresiasi dari anggota DPRD Sampang, Alan Kaisan. Ia memuji langkah cerdas Kelompok Tani (Poktan) Sari Mulyo yang menggagas penanaman padi ketiga ini.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Poktan Sari Mulyo. Ini bukan hanya solusi cerdas bagi petani, tapi juga kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional,†ujar Alan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara petani dan pemerintah daerah agar pertanian bisa berkembang dengan arah dan dukungan yang jelas.
“Petani tidak boleh hanya mengandalkan insting. Kolaborasi dengan pemerintah penting agar pertanian menjadi lebih terencana dan berkelanjutan,†tutupnya.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara