SAMPANG, dimadura.id – Pemerintah Kabupaten Sampang memperketat proses keberangkatan calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mencegah praktik perekrutan ilegal yang kian marak terjadi.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mencatat sebanyak 56 pekerja migran ilegal asal Sampang dideportasi dari Malaysia hanya dalam kurun waktu sepuluh bulan terakhir.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, menegaskan bahwa pengawasan saat ini dilakukan lebih ketat hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, pemerintah daerah juga menggandeng perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan.
“Pencegahan di desa menjadi strategi awal agar warga tidak mudah terjerumus dalam tawaran kerja ilegal dan tetap mengikuti prosedur resmi,†ujar Uriantono, Kamis (6/11/2025).
Dari hasil evaluasi, sebagian besar pekerja migran ilegal berasal dari Kecamatan Sokobanah dan Banyuates, sehingga dua wilayah ini kini menjadi prioritas utama dalam sosialisasi dan pembinaan masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat menekan angka keberangkatan PMI ilegal sekaligus meminimalkan risiko hukum yang kerap menimpa mereka di luar negeri,†tambahnya.
Lebih lanjut, Uriantono menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pembinaan langsung di desa terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko kerja ilegal di luar negeri.
“Dengan pengawasan yang konsisten, kami optimistis jumlah PMI ilegal dapat ditekan, dan calon pekerja migran dapat berangkat secara aman serta terlindungi hak-haknya,†pungkasnya.***
Pemkab Sampang Perketat Keberangkatan PMI, Tekan Lonjakan Pekerja Ilegal ke Luar Negeri
R
Redaksi
Kamis, 6 November 2025 | 15:14 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
SAMPANG, dimadura.id – Pemerintah Kabupaten Sampang memperketat proses keberangkatan calon pekerja migran Indonesia (PMI) untuk mencegah praktik perekrutan ilegal yang kian marak terjadi.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mencatat sebanyak 56 pekerja migran ilegal asal Sampang dideportasi dari Malaysia hanya dalam kurun waktu sepuluh bulan terakhir.
Kepala Bidang Penempatan, Perluasan Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Disnaker Sampang, Uriantono Triwibowo, menegaskan bahwa pengawasan saat ini dilakukan lebih ketat hingga ke tingkat desa.
Menurutnya, pemerintah daerah juga menggandeng perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk ikut serta dalam upaya pencegahan.
“Pencegahan di desa menjadi strategi awal agar warga tidak mudah terjerumus dalam tawaran kerja ilegal dan tetap mengikuti prosedur resmi,†ujar Uriantono, Kamis (6/11/2025).
Dari hasil evaluasi, sebagian besar pekerja migran ilegal berasal dari Kecamatan Sokobanah dan Banyuates, sehingga dua wilayah ini kini menjadi prioritas utama dalam sosialisasi dan pembinaan masyarakat.
“Langkah ini diharapkan dapat menekan angka keberangkatan PMI ilegal sekaligus meminimalkan risiko hukum yang kerap menimpa mereka di luar negeri,†tambahnya.
Lebih lanjut, Uriantono menyebutkan bahwa kegiatan sosialisasi dan pembinaan langsung di desa terbukti efektif meningkatkan kesadaran masyarakat akan risiko kerja ilegal di luar negeri.
“Dengan pengawasan yang konsisten, kami optimistis jumlah PMI ilegal dapat ditekan, dan calon pekerja migran dapat berangkat secara aman serta terlindungi hak-haknya,†pungkasnya.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara