NEWS DIMADURA, SUMENEP – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menggelar pemeriksaan kesehatan gratis sebagai upaya deteksi dini penyakit bagi masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga untuk rutin memeriksakan kesehatannya sebelum muncul gejala yang lebih serius.

Sebanyak 30 Puskesmas di Sumenep disiapkan untuk memberikan layanan ini. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, menjelaskan bahwa program ini dikhususkan bagi peserta BPJS Kesehatan.

Dengan cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Sumenep yang telah mencapai 80 – 90 persen, mayoritas masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ini.

“Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang optimal. Bagi yang belum memiliki BPJS, kami mendorong mereka untuk segera mendaftar, baik secara mandiri maupun melalui bantuan pemerintah daerah,” kata drg. Ellya, sebagaimana keterangan yang diterima media ini, Jumat (14/2).

Program ini difokuskan pada tiga kelompok sasaran utama, yaitu:

Balita, untuk pemeriksaan tumbuh kembang.

Masyarakat dewasa, untuk deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.

Lansia, dengan pemeriksaan khusus bagi penyakit degeneratif.

Meskipun layanan kesehatan gratis melalui UHC memungkinkan masyarakat mendapatkan perawatan di puskesmas, PKG memiliki tujuan berbeda, yakni pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat yang merasa sehat tetapi ingin mengetahui kondisi kesehatannya. Oleh karena itu, masyarakat diharuskan mendaftar sebelum memperoleh layanan ini.

Sebagai langkah mempermudah akses layanan, Dinas Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk menggunakan aplikasi Satu Sehat. Jika ada kendala dalam pendaftaran atau penggunaan aplikasi, tenaga kesehatan di puskesmas siap membantu.