NEWS DIMADURA, SUMENEP – Ruang pertemuan Hotel El-Malik di Sumenep menjadi lokasi pertemuan istimewa yang mengumpulkan puluhan jurnalis dari berbagai organisasi kewartawanan. Acara Sarasehan Keagamaan ini diinisiasi oleh Sahabat Abe Jatim, atau Abrari Alsael, Anggota DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan. Minggu (16/3) sore.

Forum ini digelar untuk menyatukan semangat para jurnalis yang bertugas di Kabupaten Sumenep, guna berbagi pengalaman, refleksi, serta menyemarakkan kebersamaan di bulan Ramadan 1446 H.

Kendati Alacara dimulai agak molor dari waktu yang ditentukan, suasana pertemuan tetap penuh antusiasme. Moh Rifa’ie, seorang wartawan senior yang pernah berkarya di media Surya dan kini bertugas di Komisi Informasi Sumenep, menjadi salah satu pembicara utama.

Dalam sambutannya, Rifa’ie menyoroti pertumbuhan jumlah wartawan di Sumenep dan mengingatkan pentingnya menjaga integritas serta kualitas pemberitaan di tengah arus informasi digital yang semakin deras.

"Dengan semakin banyaknya suara, tanggung jawab kita untuk menyajikan berita yang faktual dan berkualitas juga semakin besar," kata Rifa'ie di hadapan puluhan jurnalis Kota Keris.

Dalam kesempatan yang sama, Ibnu Hajar, pemilik media online Seputar Jatim yang kini menjabat sebagai Pengawas di Kementerian Agama Sumenep, turut berbagi pandangan.

[caption id="attachment_11441" align="aligncenter" width="700"]Dari Kiri: Rifai'ie, Ibnu Hajar, Abrari Alsael, dan MC Sarasehan Keagamaan (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura) Dari Kiri: Rifai'ie, Ibnu Hajar, Abrari Alsael, dan MC Sarasehan Keagamaan (Foto: Mazdon/Doc. Dimadura)[/caption]

Ibnu Hajar mengapresiasi inisiatif Abe yang mengumpulkan jurnalis dalam satu forum. "Saya belum pernah melihat inisiatif seperti ini, terutama dari anggota DPRD. Ini adalah langkah inovatif untuk menyatukan para profesional media dalam suasana yang hangat dan penuh refleksi," ujarnya, sambil mengingatkan kembali masa-masa perjuangannya di dunia jurnalistik.

Selain dua jurnalis senior tersebut, hadir pula sejumlah mantan wartawan yang telah meniti karier di bidang lain. Di antaranya, Zainul Ubadi, mantan Direktur PT WUS dan eks Pemimpin Redaksi Koran Madura.

Diskusi yang berlangsung intens, memberikan gambaran jelas tentang dinamika serta tantangan yang dihadapi oleh para jurnalis di era modern ini.

Sebelum akhir acara, suasana menjadi syahdu ketika Ibnu Hajar membacakan puisi religi yang menggugah kenangan masa lalunya sebagai jurnalis. Momen tersebut menjadi penutup yang menyentuh, mengingatkan setiap peserta akan nilai-nilai kebersamaan dan semangat keagamaan.