NEWS DIMADURA, SAMPANG - Ribuan warga yang tergabung dalam “Aliansi Banyuates Tangguh“ menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (9/4/2025).
Mereka datang membawa satu tuntutan utama yakni Pilkades harus digelar pada 2025, sesuai dengan Peraturan Bupati yang berlaku.
Massa aksi berasal dari 20 desa di wilayah Kecamatan Banyuates. Dengan mengusung tema “Sampang Madura Gelap†mereka menyampaikan tiga tuntutan yaitu, menolak pergantian sembarangan Pejabat (Pj) Kepala Desa, mendesak pelaksanaan Pilkades tahun 2025, dan meminta Bupati Sampang Slamet Junaidi agar tidak mengkhianati amanah rakyat.
Tak hanya orasi, aksi juga diiringi dengan lagu sindiran berjudul “Bayar-Bayar Bupati†yang menggambarkan dugaan praktik jual beli jabatan. Suasana kian memanas ketika massa memblokade jalan dan membakar ban bekas di depan kantor kecamatan.
Koordinator aksi, Hanafi, menyuarakan kekecewaan terhadap proses pergantian Pj Kades yang menurutnya tidak sesuai dengan Perbup Nomor 27 Tahun 2021.
“Kami menolak pergantian Pj Kades yang dilakukan sewenang-wenang. Ini membuat desa tidak kondusif,†tegas Hanafi dari atas mobil komando.
Ia juga menyebut bahwa sejak Pilkades terakhir pada 2021 ditunda, sebanyak 143 desa di Sampang masih dipimpin oleh Pj Kades.
“Pj Kades ini hanya boneka, tidak punya kuasa penuh. Justru rentan terjadi penyalahgunaan wewenang dan korupsi dana desa. 2025 harus jadi tahun Pilkades, tidak bisa ditunda lagi,†tandasnya.
Namun, pernyataan dari Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Sudarmanto, justru menambah bara. Ia mengatakan bahwa Pilkades serentak baru akan dilaksanakan pada 2027.
“Sekali lagi kami tegaskan, Pilkades serentak direncanakan tahun 2027. Tidak akan ada Pilkades eceran,†katanya singkat di hadapan massa.*** Aliansi Banyuates Tangguh Gedor Kantor Kecamatan, Tuntut Pilkades 2025 Digelar!
R
Redaksi
Rabu, 9 April 2025 | 22:20 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SAMPANG - Ribuan warga yang tergabung dalam “Aliansi Banyuates Tangguh“ menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, Madura, Rabu (9/4/2025).
Mereka datang membawa satu tuntutan utama yakni Pilkades harus digelar pada 2025, sesuai dengan Peraturan Bupati yang berlaku.
Massa aksi berasal dari 20 desa di wilayah Kecamatan Banyuates. Dengan mengusung tema “Sampang Madura Gelap†mereka menyampaikan tiga tuntutan yaitu, menolak pergantian sembarangan Pejabat (Pj) Kepala Desa, mendesak pelaksanaan Pilkades tahun 2025, dan meminta Bupati Sampang Slamet Junaidi agar tidak mengkhianati amanah rakyat.
Tak hanya orasi, aksi juga diiringi dengan lagu sindiran berjudul “Bayar-Bayar Bupati†yang menggambarkan dugaan praktik jual beli jabatan. Suasana kian memanas ketika massa memblokade jalan dan membakar ban bekas di depan kantor kecamatan.
Koordinator aksi, Hanafi, menyuarakan kekecewaan terhadap proses pergantian Pj Kades yang menurutnya tidak sesuai dengan Perbup Nomor 27 Tahun 2021.
“Kami menolak pergantian Pj Kades yang dilakukan sewenang-wenang. Ini membuat desa tidak kondusif,†tegas Hanafi dari atas mobil komando.
Ia juga menyebut bahwa sejak Pilkades terakhir pada 2021 ditunda, sebanyak 143 desa di Sampang masih dipimpin oleh Pj Kades.
“Pj Kades ini hanya boneka, tidak punya kuasa penuh. Justru rentan terjadi penyalahgunaan wewenang dan korupsi dana desa. 2025 harus jadi tahun Pilkades, tidak bisa ditunda lagi,†tandasnya.
Namun, pernyataan dari Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang, Sudarmanto, justru menambah bara. Ia mengatakan bahwa Pilkades serentak baru akan dilaksanakan pada 2027.
“Sekali lagi kami tegaskan, Pilkades serentak direncanakan tahun 2027. Tidak akan ada Pilkades eceran,†katanya singkat di hadapan massa.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
PT Paiton Energy Kunjungi IBS PKMKK, Bahas Ekonomi Sirkular dan Ekoteologi Pesantren
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara
Berita Terpopuler