NEWS DIMADURA, SUMENEP – Puluhan karyawan PT Sumekar Line, perusahaan transportasi laut milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Mereka menuntut pembayaran gaji yang telah tertunggak selama dua tahun, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III, salah satu kapal milik perusahaan, telah lama tidak beroperasi. Namun, masalah finansial justru terus membebani karyawan, terutama 67 pekerja yang terdiri dari 21 staf darat dan sisanya anak buah kapal (ABK).
Supriadi, aktivis yang mendampingi para karyawan, mengungkapkan bahwa tunggakan gaji para ABK mencapai Rp123 juta per tahun.
"Sudah lama KMP DBS III tidak beroperasi, tapi hak karyawan justru diabaikan," tegasnya.
Salah satu ABK yang enggan disebutkan namanya, Fajar (nama samaran), mengaku frustasi dengan sikap perusahaan.
"Kami hanya ingin hak kami dibayar. Sudah dua tahun kami menahan diri," ujarnya, pada Senin (5/5/2025).
Audiensi dengan DPRD Sumenep hanya dihadiri oleh Komisaris PT Sumekar Line, M. Ramli, yang baru menjabat. Sementara itu, jajaran direksi sebagai pihak paling bertanggung jawab justru tidak hadir.
"Saya hanya mendampingi, tanggung jawab utama ada di direksi," kata Ramli singkat.
Ketidakhadiran direksi semakin memantik kecurigaan publik terhadap buruknya tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini.
Ironisnya, meski memiliki utang gaji yang menumpuk, perusahaan masih merekrut karyawan baru.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep, H. Masdawi, berperan sebagai penengah dan berjanji akan memfasilitasi pertemuan lanjutan.
"Jika hari ini direksi tidak hadir, kami akan memanggil mereka untuk duduk bersama mencari solusi," tegasnya.*** Gaji 2 Tahun Tak Dibayar, Karyawan PT Sumekar Line Berjuang di DPRD Sumenep
R
Redaksi
Rabu, 7 Mei 2025 | 07:43 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SUMENEP – Puluhan karyawan PT Sumekar Line, perusahaan transportasi laut milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Mereka menuntut pembayaran gaji yang telah tertunggak selama dua tahun, dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
KMP Dharma Bahari Sumekar (DBS) III, salah satu kapal milik perusahaan, telah lama tidak beroperasi. Namun, masalah finansial justru terus membebani karyawan, terutama 67 pekerja yang terdiri dari 21 staf darat dan sisanya anak buah kapal (ABK).
Supriadi, aktivis yang mendampingi para karyawan, mengungkapkan bahwa tunggakan gaji para ABK mencapai Rp123 juta per tahun.
"Sudah lama KMP DBS III tidak beroperasi, tapi hak karyawan justru diabaikan," tegasnya.
Salah satu ABK yang enggan disebutkan namanya, Fajar (nama samaran), mengaku frustasi dengan sikap perusahaan.
"Kami hanya ingin hak kami dibayar. Sudah dua tahun kami menahan diri," ujarnya, pada Senin (5/5/2025).
Audiensi dengan DPRD Sumenep hanya dihadiri oleh Komisaris PT Sumekar Line, M. Ramli, yang baru menjabat. Sementara itu, jajaran direksi sebagai pihak paling bertanggung jawab justru tidak hadir.
"Saya hanya mendampingi, tanggung jawab utama ada di direksi," kata Ramli singkat.
Ketidakhadiran direksi semakin memantik kecurigaan publik terhadap buruknya tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini.
Ironisnya, meski memiliki utang gaji yang menumpuk, perusahaan masih merekrut karyawan baru.
Anggota Komisi III DPRD Sumenep, H. Masdawi, berperan sebagai penengah dan berjanji akan memfasilitasi pertemuan lanjutan.
"Jika hari ini direksi tidak hadir, kami akan memanggil mereka untuk duduk bersama mencari solusi," tegasnya.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara