Sosok yang dimaksud, Hosaini Adzim, merupakan mantan Sekretaris DPD NasDem Sumenep yang kini menjadi Penanggung Jawab Korda Madura Raya.

Hosaini Adzim menyebut kantor Korda ini sebagai rumah bersama untuk para kader militan yang merasa tak terakomodasi.

“Banyak kader lama justru dibuang. Kami mendirikan Korda ini bukan untuk tandingan, tapi sebagai bentuk kecintaan kami terhadap partai,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan ini tetap dalam semangat menjaga marwah partai dan patuh terhadap pimpinan NasDem pusat dan wilayah.

“Kami tetap hormat dan tunduk pada Aba Idi. Bahkan, gerakan kami ini mendapat restu beliau,” tambah mantan legislatif DPRD Sumenep itu.

Meski tanpa dukungan struktur resmi DPD, para kader NasDem Korda Madura Raya berkomitmen tetap berjuang untuk membesarkan partai.

Bagi mereka, ini bukan pemberontakan, melainkan penyelamatan dari kehancuran akibat kepemimpinan yang dianggap otoriter dan tidak aspiratif.

Ironisnya, di tengah kisruh ini, Akis Jasuli sendiri justru memilih diam seribu bahasa. Sejak gejolak terjadi, ia tidak pernah merespons upaya konfirmasi dari media. Hingga berita ini diterbitkan, sang ketua masih belum memberikan keterangan apa pun. ***