NEWS DIMADURA, PAMEKASAN – Aksi demonstrasi besar-besaran mengguncang kantor Bea Cukai Madura, Rabu (14/8/2025). Ratusan massa dari empat kabupaten di Madura memadati halaman kantor dengan mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Sumenep.
Korlap Didik Hariyanto, massa LSM mengusung empat tuntutan keras kepada Kepala Bea Cukai Madura: penegakan hukum tanpa tebang pilih, reformasi birokrasi, penutupan dan penyitaan gudang rokok ilegal, serta sanksi hukum yang tegas.
Tak hanya itu, Didik menuding ada oknum Bea Cukai yang sengaja melindungi perusahaan rokok ilegal. Ia mencontohkan kasus penyegelan pabrik rokok di Camplong, Sampang, yang dinilai hanya formalitas.
“Mesin produksi ilegal hanya disegel, tanpa disita sebagai barang bukti. Apakah ini bukan perampokan?†teriaknya dari atas mobil komando.
Namun, seruan penutupan pabrik rokok ilegal justru memantik perlawanan dari para buruh pabrik rokok yang ikut hadir. Mereka khawatir, penutupan akan memutus mata pencaharian ribuan warga Madura.
“Tutup semua kalau LSM bisa memberikan pekerjaan!†tantang seorang peserta aksi, disambut sorakan rekan-rekannya.
Ahmad, buruh rokok asal Pamekasan, menyebut solusi terbaik adalah pembinaan dan kemudahan izin, bukan penutupan.
“Kalau izinnya gampang dan harga pita cukai tidak mahal, siapa yang mau produksi ilegal? Perusahaan rokok justru menopang ekonomi masyarakat Madura,†tegasnya.*** Demo Bea Cukai Madura Memanas! LSM Tuding Oknum Lindungi Pabrik Rokok Ilegal
R
Redaksi
Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:48 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, PAMEKASAN – Aksi demonstrasi besar-besaran mengguncang kantor Bea Cukai Madura, Rabu (14/8/2025). Ratusan massa dari empat kabupaten di Madura memadati halaman kantor dengan mayoritas peserta berasal dari Kabupaten Sumenep.
Korlap Didik Hariyanto, massa LSM mengusung empat tuntutan keras kepada Kepala Bea Cukai Madura: penegakan hukum tanpa tebang pilih, reformasi birokrasi, penutupan dan penyitaan gudang rokok ilegal, serta sanksi hukum yang tegas.
Tak hanya itu, Didik menuding ada oknum Bea Cukai yang sengaja melindungi perusahaan rokok ilegal. Ia mencontohkan kasus penyegelan pabrik rokok di Camplong, Sampang, yang dinilai hanya formalitas.
“Mesin produksi ilegal hanya disegel, tanpa disita sebagai barang bukti. Apakah ini bukan perampokan?†teriaknya dari atas mobil komando.
Namun, seruan penutupan pabrik rokok ilegal justru memantik perlawanan dari para buruh pabrik rokok yang ikut hadir. Mereka khawatir, penutupan akan memutus mata pencaharian ribuan warga Madura.
“Tutup semua kalau LSM bisa memberikan pekerjaan!†tantang seorang peserta aksi, disambut sorakan rekan-rekannya.
Ahmad, buruh rokok asal Pamekasan, menyebut solusi terbaik adalah pembinaan dan kemudahan izin, bukan penutupan.
“Kalau izinnya gampang dan harga pita cukai tidak mahal, siapa yang mau produksi ilegal? Perusahaan rokok justru menopang ekonomi masyarakat Madura,†tegasnya.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara
Berita Terpopuler