NEWS DIMADURA, SAMPANG – Dari sebuah hobi sederhana, Abdul Aziz Ali berhasil menjadikan Ring Ababil Bird Farm sebagai salah satu pusat ternak perkutut paling diperhitungkan di Indonesia. Usaha ini bermula pada 2015 di Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.
“Awalnya saya hanya memelihara sepasang perkutut dengan modal sekitar Rp2,2 juta. Dari dua kandang lalu berkembang menjadi empat,†tutur Abdul Aziz Ali, Kamis (28/8/2025).
Dari empat kandang tersebut lahirlah burung legendaris Ratu Bilqis yang kemudian diberi nama Putra Ababil. Pada usia delapan bulan, burung ini berhasil meraih juara nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
“Burung itu hasil ternakan sendiri, dengan ring Ababil nomor 33. Dari situlah nama Ababil mulai dikenal luas di kalangan pecinta perkutut atau kung mania,†jelasnya.
Prestasi Ring Ababil terus berlanjut. Tahun 2017, Ratu Bilqis kembali mengharumkan nama Sampang dengan meraih juara enam nasional di ajang yang sama.
“Alhamdulillah, dari hobi kecil ini akhirnya lahir burung-burung juara. Saat ini saya sudah memiliki 40 kandang aktif,†ucapnya penuh syukur.
Kini, Ring Ababil Bird Farm bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Madura, tetapi juga ikon nasional yang terus melahirkan perkutut berkualitas dari generasi ke generasi.*** Ring Ababil Bird Farm, Kebanggaan Madura yang Cetak Perkutut Kelas Juara
R
Redaksi
Kamis, 28 Agustus 2025 | 11:43 WIB
Foto: Dokumentasi dimadura.id
NEWS DIMADURA, SAMPANG – Dari sebuah hobi sederhana, Abdul Aziz Ali berhasil menjadikan Ring Ababil Bird Farm sebagai salah satu pusat ternak perkutut paling diperhitungkan di Indonesia. Usaha ini bermula pada 2015 di Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.
“Awalnya saya hanya memelihara sepasang perkutut dengan modal sekitar Rp2,2 juta. Dari dua kandang lalu berkembang menjadi empat,†tutur Abdul Aziz Ali, Kamis (28/8/2025).
Dari empat kandang tersebut lahirlah burung legendaris Ratu Bilqis yang kemudian diberi nama Putra Ababil. Pada usia delapan bulan, burung ini berhasil meraih juara nasional di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
“Burung itu hasil ternakan sendiri, dengan ring Ababil nomor 33. Dari situlah nama Ababil mulai dikenal luas di kalangan pecinta perkutut atau kung mania,†jelasnya.
Prestasi Ring Ababil terus berlanjut. Tahun 2017, Ratu Bilqis kembali mengharumkan nama Sampang dengan meraih juara enam nasional di ajang yang sama.
“Alhamdulillah, dari hobi kecil ini akhirnya lahir burung-burung juara. Saat ini saya sudah memiliki 40 kandang aktif,†ucapnya penuh syukur.
Kini, Ring Ababil Bird Farm bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Madura, tetapi juga ikon nasional yang terus melahirkan perkutut berkualitas dari generasi ke generasi.***
Editor: Admin
Laporan Warga
Punya informasi kejadian di sekitar Anda? Laporkan kepada redaksi kami secara aman.
Sumenep
Mahasiswa PGSD UPI Sumenep Produksi Keris Tradisional
Achsanul Qosasi Dorong Percepatan KEK Tembakau Madura, Apresiasi Rencana Penambahan Layer Baru CHT
Belanja Publikasi Gedung APHT Guluk-Guluk Belum Terealisasi, Diskop UKM Perindag Tunggu Perbup DBHCHT
Doa untuk Sang Proklamator, Ribuan Warga Sumenep Refleksikan Semangat Kebangsaan Bung Karno
Pamekasan
Dua Pemuda Tewas dalam Tabrakan Maut di Larangan Pamekasan, Pengendara Diduga Kurang Waspada Saat Berbelok
Pemkab Pamekasan Siapkan Rp 2 Miliar untuk Bantu Pelaku UMKM di 13 Kecamatan
Antisipasi Potensi Eskalasi Massa, Polres Pamekasan Godok Kemampuan Dalmas Anggota
Bupati Pamekasan Bicara Ini Saat Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila
Sampang
Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran, PWI Sampang Gelar Bazar Sembako Murah di Depan Pendopo Trunojoyo
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang Ditemukan Tewas
Bocah 8 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Tambaan Sampang, Tim SAR Gabungan Masih Lakukan Pencarian
Ledakan Petasan Rakitan dari Kaleng Susu Bakar Dua Anak di Sampang
Bangkalan
Madura
Okara