NEWS SUMENEP, DIMADURA – Salah satu wartawan yang tergabung dalam grup WhatsApp Kalender Event 2025, Marx Effur, akhirnya angkat bicara, usai dirinya dikeluarkan oleh admin grup yang disebut-sebut adalah Kepala Disbudporapar Sumenep, Mohamad Iksan.
Marx Effur, yang diketahui adalah Toifur Ali Wafa dari media nusainsider, mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya telah dikeluarkan dari grup sebelum membaca pemberitaan dimadura.id, Kamis (9/10/2025).
“Saya tidak tahu kalau dikeluarkan dari grup tersebut. Justru saya tahu setelah membaca pemberitaan yang tayang di media sampean ini,†ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima jurnalis dimadura.id, Jumat (10/10/2025).
Ia menuturkan, sejak awal bergabung, dirinya tidak pernah memahami secara jelas tujuan pembentukan grup Kalender Event 2025. Menurutnya, tak pernah ada diskusi atau pembagian peran yang menjelaskan struktur dan fungsi grup tersebut.
“Kalau dianggap tim, saya pun tidak mengerti tim apa. Sejak bergabung sampai dikeluarkan, saya hanya menjadikan grup itu untuk share berita yang tayang di media saya,†terang Toifur.
Ia menegaskan, tidak mempermasalahkan keputusan admin grup yang mengeluarkannya. Menurutnya, grup tersebut tidak memiliki arah dan prospek yang jelas, baik untuk media maupun pengembangan dirinya sebagai jurnalis.
“Saya nggak butuh grup yang tidak jelas prospeknya dan output-nya ke depan. Kalau pun dianggap melanggar aturan, saya juga tidak tahu aturan grup itu seperti apa,†imbuhnya.
Toifur menjelaskan, pesan terakhir yang ia kirim di grup itu adalah tautan berita terkait kejanggalan pelaksanaan Event Sumenep Batik Festival, bagian dari rangkaian Madura Culture Festival pada Minggu, 5 Oktober 2025.
Sebelum menutup keterangan, ia juga membagikan tangkapan layar yang menunjukkan dirinya telah keluar dari sekitar 30 grup Event Sumenep 2025 dengan pesan perpisahan.


