NEWS SUMENEP,DIMADURA – Pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, belum mencapai target yang ditetapkan hingga menjelang akhir 2025.

Dari sasaran realisasi sebesar 36 persen, program ini baru terlaksana sekitar 21 persen.

PKG merupakan salah satu agenda strategis nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Di Sumenep, layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dijalankan melalui 30 Puskesmas yang tersebar di wilayah daratan maupun kepulauan.

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, menegaskan bahwa seluruh Puskesmas telah membuka akses layanan PKG bagi masyarakat tanpa terkecuali.

“Seluruh Puskesmas di Kabupaten Sumenep sudah melayani Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis,” kata Ellya, Senin (15/12/2025).

Menurut dia, jenis layanan yang diberikan dalam PKG disesuaikan dengan kelompok usia masyarakat.

Pemeriksaan mencakup bayi, anak-anak, usia produktif, hingga kelompok lanjut usia, sehingga kebutuhan kesehatan dapat terdeteksi sejak dini.

Dalam pelaksanaannya, layanan PKG terhubung dengan sistem BPJS Kesehatan dan menggunakan mekanisme pendaftaran secara daring.

Meski demikian, dia mengaku Dinkes Sumenep memberikan kemudahan khusus bagi kelompok lansia yang kesulitan mengakses teknologi.

“Bagi lansia yang tidak memiliki gawai, pendaftaran akan dibantu langsung oleh petugas di Puskesmas,” ujarnya.

Ellya menambahkan, pihaknya terus mendorong optimalisasi pemanfaatan PKG dengan memastikan pelayanan yang mudah diakses dan ramah bagi seluruh masyarakat.

Dengan langkah tersebut, dia berharap cakupan program dapat meningkat dan manfaatnya dirasakan secara lebih merata.

“Kami berupaya agar tidak ada hambatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan PKG, sehingga tujuan program ini bisa tercapai,” tutur Ellya.***