Faruk menegaskan lomba puisi dan pidato Bung Karno bukan hanya ajang kompetisi, melainkan sarana menanamkan nilai perjuangan dan nasionalisme kepada generasi muda.

Pemerintah Kabupaten Sumenep, lanjut dia, juga terus berkomitmen melestarikan Bahasa Madura sebagai identitas budaya daerah yang telah mendapat pengakuan tingkat nasional.

“Bahasa Madura harus terus dijaga dan dibanggakan sebagai warisan budaya,” tegasnya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan mampu menjangkau peserta lebih luas hingga tingkat Jawa Timur pada tahun-tahun mendatang.

“Kegiatan ini penting untuk menjaga semangat perjuangan Bung Karno agar tetap hidup di kalangan generasi muda,” pungkasnya.

---