Selain itu, Bayu juga menilai munculnya dugaan korban lebih dari satu orang semakin memperkuat pentingnya transparansi dalam pengungkapan kasus tersebut. Ia berharap seluruh pihak yang mengetahui adanya kejadian serupa berani menyampaikan informasi kepada aparat penegak hukum agar perkara dapat diungkap secara utuh.
Kasus dugaan kredit fiktif di BRI Sumenep sendiri hingga kini masih menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak telah disebut dalam berbagai keterangan yang berkembang, sementara aparat penegak hukum diharapkan dapat mengungkap secara terang peran masing-masing pihak berdasarkan alat bukti yang dimiliki.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak BRI Cabang Sumenep belum memberikan tanggapan terkait pernyataan kuasa hukum tersebut. Media ini tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut sesuai ketentuan Undang-Undang Pers.
