‎NEWS SUMENEP, DIMADURA–Anjloknya harga telur ayam di pasaran memicu keluhan dari kalangan peternak. 

‎Moh. Faiq, peternak ayam petelur asal Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menilai pemerintah melalui Kementerian Pertanian belum berhasil menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.

‎Menurut dia, berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah belum memberikan dampak nyata terhadap perbaikan harga telur di tingkat peternak.

‎“Hal ini terbukti dari kondisi harga telur saat ini. Meskipun sudah ada surat edaran, kenyataannya di lapangan belum terjadi kenaikan harga,” kata Faiq, Sabtu (20/6/2026).

‎Ia menilai, kehadiran pemerintah tidak cukup hanya melalui regulasi tertulis, tetapi juga harus diwujudkan dalam langkah konkret untuk mengendalikan pasar, melakukan pengawasan, hingga menyerap produksi telur dari peternak lokal.

‎“Dalam situasi seperti ini, negara seharusnya hadir tidak hanya melalui tulisan, tetapi juga berperan aktif dalam mengendalikan dan mengontrol pasar, bahkan menyerap telur dari peternak lokal,” ujarnya.

‎Faiq berpendapat, kebijakan yang diterbitkan pemerintah belum diikuti dengan langkah berkelanjutan di lapangan.

‎“Mungkin Menteri Pertanian tidak mengetahui kondisi sebenarnya di lapangan. Kebijakan yang dibuat perlu diikuti dengan gerakan yang berkelanjutan,” ucapnya.

‎Alumnus Universitas Annuqayah itu juga menyoroti kenaikan harga pakan pabrikan yang terjadi di tengah merosotnya harga telur. Kondisi tersebut, menurut dia, semakin menekan para peternak.

‎“Peternak sedang berada dalam posisi sulit. Mereka harus bertahan di tengah kenaikan harga pakan dan turunnya harga telur,” terangnya.

‎Faiq mengaku prihatin karena di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan sebagaimana menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto, harga telur justru terus mengalami tekanan.

‎Ia pun meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang ada agar stabilitas harga pangan dapat lebih terjaga.

‎“Perlu ada evaluasi agar negara memiliki peran yang lebih kuat dalam menjaga stabilitas harga pangan,” tegas Faiq. ***