SUMENEP, DIMADURAMenipisnya stok Pertalite di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, memicu antrean kendaraan yang kian padat dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena kesulitan memperoleh bahan bakar bersubsidi yang selama ini menjadi pilihan utama masyarakat.

Antrean panjang terlihat di sejumlah SPBU yang masih memiliki persediaan Pertalite, terutama di kawasan Pamolokan.

Banyak pengendara rela menunggu cukup lama demi mendapatkan bahan bakar setelah stok di beberapa SPBU lainnya dilaporkan kosong.

Sulaiman, warga Sumenep, mengaku terpaksa mengantre karena Pertalite di sejumlah SPBU yang biasa ia datangi sudah tidak tersedia.

"Kalau beli Pertamax berat di kantong. Sementara Pertalite di beberapa SPBU kosong. Yang masih ada hanya di Pamolokan, akhirnya semua kendaraan menumpuk di sana," katanya kepada jurnalis media ini, Rabu (24/6/2026).

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya. Mereka berharap distribusi BBM segera kembali normal agar aktivitas masyarakat tidak terganggu, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk menjalankan aktivitasnya.

Diwawancara usai melantik sejumlah pejabat eslon II di Pendopo Keraton Sumenep, Selasa (23/6) malam, Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo meminta masyarakat tetap tenang dan bersabar.

Menurutnya, antrean yang terjadi diduga berkaitan dengan keterlambatan distribusi bahan bakar ke sejumlah SPBU.

"Misalnya hari ini ada antrean di beberapa pom bensin, berarti ada beberapa keterlambatan yang berkaitan dengan pengiriman bahan bakar," kata Fauzi.