NEWS SUMENEP, DIMADURA–PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperluas jangkauan layanan dan literasi keuangan kepada masyarakat melalui strategi jemput bola.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung warga, termasuk pelaku usaha mikro dan pedagang di pasar tradisional, untuk memperkenalkan berbagai produk serta layanan perbankan syariah.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan strategi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemanfaatan produk perbankan, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat agar kepercayaan terhadap lembaga keuangan syariah semakin meningkat.
Menurut dia, interaksi langsung di lapangan dinilai lebih efektif karena masyarakat dapat memperoleh penjelasan mengenai produk perbankan sekaligus berkonsultasi sesuai kebutuhan finansial mereka.
"Kami terus mendorong seluruh karyawan untuk aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, perusahaan juga memberikan penghargaan kepada pegawai yang mampu mencapai target yang telah ditetapkan," ucap Hairil. Kamis, (25/6/26).
Ia menjelaskan, program sosialisasi dijalankan secara berkelanjutan di seluruh jaringan kantor BPRS Bhakti Sumekar, baik di wilayah daratan maupun kepulauan di Kabupaten Sumenep.
Langkah serupa juga diterapkan pada kantor cabang yang berada di luar daerah sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan perbankan syariah.
Saat ini, BPRS Bhakti Sumekar mengoperasikan lima kantor cabang di Kabupaten Pamekasan.
Jaringan tersebut tersebar di wilayah kota serta Kecamatan Larangan, Tlanakan, Waru, dan Pasean untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat.
Hairil menegaskan, dalam waktu dekat perusahaan masih memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan pada kantor cabang yang telah beroperasi agar masyarakat memperoleh layanan yang lebih optimal.
"Fokus kami saat ini adalah memperkuat kualitas pelayanan di seluruh kantor cabang yang sudah ada sehingga kebutuhan nasabah dapat dilayani dengan lebih baik," katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang BPRS Bhakti Sumekar Arjasa, Rahmat Hidayat, mengatakan kegiatan sosialisasi telah diintensifkan sejak awal 2026.
Salah satu metode yang dilakukan ialah membagikan brosur dan memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat di pusat-pusat aktivitas ekonomi, seperti pasar tradisional.
Menurut Rahmat, berbagai produk diperkenalkan kepada masyarakat, termasuk pembiayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) berbasis syariah yang ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat.
"Hasil dari sosialisasi tersebut mulai terlihat. Sejumlah pelaku UMKM di wilayah Arjasa telah mengajukan pembiayaan kepada BPRS Bhakti Sumekar setelah mendapatkan informasi mengenai produk yang kami tawarkan," ujarnya, Senin (8/6/2026).
Meski demikian, Rahmat menegaskan setiap permohonan pembiayaan tetap diproses sesuai prosedur yang berlaku.
Seluruh pengajuan akan melalui tahapan verifikasi dan analisis kelayakan guna memastikan penyaluran pembiayaan dilakukan secara tepat, sehat, dan sesuai prinsip kehati-hatian perbankan syariah.
Melalui pendekatan jemput bola tersebut, Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya pelaku UMKM, yang memperoleh akses terhadap layanan keuangan syariah sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang sehat dan produktif. ***
BPRS Bhakti Sumekar Perluas Edukasi Keuangan dengan Strategi Jemput Bola hingga Pasar Tradisional
Foto: Kantor BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar. (A/Doc. Dimadura).

