‎NEWS SUMENEP, DIMADURA–PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat. 

‎Penyaluran BBM juga dipastikan tetap dilakukan sesuai kuota dan peruntukan yang telah ditetapkan pemerintah.

‎Kepastian itu disampaikan menyusul munculnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di beberapa daerah di Jawa Timur dalam sepekan terakhir, terutama untuk produk Biosolar dan Pertalite.

‎Meski demikian, kelangkaan BBM yang memicu antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) menjadi sorotan setelah video dan foto kondisi tersebut viral di media sosial, seperti TikTok.

‎Kondisi serupa tidak hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, tetapi juga dilaporkan terjadi di sejumlah daerah lain di Pulau Madura, yakni Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Bangkalan.

‎Di Kabupaten Sumenep, antrean panjang terlihat di beberapa SPBU, di antaranya SPBU Paberasan, SPBU Kolor, dan SPBU Ganding.

‎Sementara itu, di Kabupaten Bangkalan, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat mengular di sejumlah SPBU, termasuk SPBU Junok dan SPBU di kawasan Alun-alun Kota Bangkalan pada Jumat (26/6/2026).

‎Salah seorang warga Sumenep, Nur Mujahidin, menyampaikan bahwa antrean panjang yang terjadi diduga disebabkan oleh kelangkaan BBM bersubsidi.

‎Ia mengaku peristiwa tersebut menimbulkan kekhawatiran dan kepanikan di tengah masyarakat.

‎"Semoga kejadian ini tidak terus terjadi dan ada solusi dari Pemerintah, jika terus terjadi antrean seperti ini, tentu akan muncul kekhawatiran di masyarakat BBM subsidi menjadi langka. Apalagi kebutuhan masyarakat setiap hari cukup besar," ucap Nur, (25/6/2026).

‎Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan telah dilaksanakan upaya mitigasi sebagai bagian dari penugasan pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi sesuai kuota dan titik layanan jual. 

‎"Sebagai informasi per bulan Juni ini sendiri, realisasi di Jawa Timur untuk produk Biosolar sudah melebihi 100 persen dari kuota berjalan dan 96 persen untuk produk Pertalite. Pertamina telah berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan paralel melaksanakan mitigasi percepatan pemenuhan penyaluran dengan adanya kondisi peningkatan konsumsi di tengah masyarakat", kata Ahad.  

‎Menurut Ahad, Pertamina telah melaksanakan prioritas pengiriman dari Terminal BBM supply point dan juga alih suplai dari Terminal BBM terdekat dari wilayah penyaluran. 

‎"Sebagai upaya mendorong percepatan penyaluran, per hari ini (26/6) sendiri juga telah dilaksanakan mitigasi tambahan melalui double alih suplai sehingga BBM yang dikirimkan semakin bertambah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi bagi masyarakat", jelas dia. 

‎Pihkanya menambahkan, Pertamina Patra Niaga masif laksanakan monitoring berkala terkait pasokan dan distribusi di lapangan dan terus mengedepankan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas operasional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. 

‎"Selain itu, mobil tangki juga dimaksimalkan dengan skala prioritas pengiriman ke wilayah dengan kendala pasokan dan demand tertinggi. Dengan segala mitigasi ini diharapkan dapat segera mengurai antrean dan kondisi penyaluran kembali normal", ucap Ahad.

‎Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan antara kuota dan stok BBM. Kuota merupakan jumlah volume dalam liter yang ditetapkan pemerintah untuk disalurkan kepada masyarakat melalui Pertamina.

‎Sementara itu, stok adalah ketersediaan fisik produk BBM yang siap didistribusikan.

‎Kuota tersebut berlaku untuk periode satu tahun, yakni mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pertamina berupaya memastikan kuota yang telah ditetapkan tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun.

‎"Untuk stok produk biosolar ada dan tersedia", pungkasnya. ***

‎Sebatas informasi lebih lanjut mengenai layanan produk Pertamina, masyarakat dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135. ***