Daftar tersebut akan menjadi salah satu acuan dalam menindaklanjuti apabila terdapat laporan baru mengenai penumpang atau awak kapal yang belum diketahui keberadaannya.
Jika laporan yang masuk telah dinyatakan valid, Basarnas bersama unsur SAR terkait dapat kembali melakukan pencarian berdasarkan informasi tersebut.
Sebelumnya, Basarnas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi kecelakaan di perairan utara Sumenep meski operasi pencarian aktif telah dihentikan.
Pada Kamis (6/8/2026), pemantauan dilakukan melalui udara menggunakan helikopter HR-1301.
Sehari sebelumnya, Rabu (5/8/2026), tim SAR Surabaya juga melakukan penyisiran menggunakan KN SAR 249 Permadi.
Kapal tersebut kemudian kembali menuju Dermaga Distrik Navigasi, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, untuk melakukan pengisian bahan bakar.
Dengan beralihnya status operasi menjadi kesiapsiagaan SAR, Basarnas memastikan koordinasi antarpihak tetap berjalan.
Setiap informasi baru mengenai keberadaan korban akan menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Basarnas juga mengimbau keluarga yang masih mencari anggota keluarganya untuk segera melaporkan kehilangan melalui jalur resmi agar data dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti. ***

