SUMENEP, DIMADURABupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau petani tembakau untuk mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum memutuskan menanam tembakau, terutama bagi petani yang hingga pertengahan Agustus 2026 belum memulai masa tanam.

Menurut Fauzi, petani perlu mencermati perubahan cuaca dan potensi turunnya hujan. Hal itu penting karena waktu tanam tembakau saat ini dinilai sudah semakin terbatas.

“Kalau ada yang terlambat untuk bercocok tanam, lihat cuaca dan kondisi hujan atau tidaknya. Ini yang paling penting,” kata Fauzi saat ditemui seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumenep, Jumat (14/8/2026).

Ia menyarankan petani yang belum menanam agar tidak memaksakan diri mengejar musim tanam pada bulan ini. 

Sebab, risiko turunnya hujan dinilai semakin besar dan dapat memengaruhi pertumbuhan serta kualitas tanaman tembakau.

“Karena situasi dan kondisi sudah mepet, menurut kami lebih baik jangan menyusul lagi untuk menanam di bulan ini. Khawatir turun hujan,” ujarnya.

Fauzi mengatakan, kondisi cuaca di sejumlah wilayah di Jawa Timur mulai menunjukkan perubahan. Beberapa daerah di wilayah barat Madura dan Jawa Timur bahkan telah mengalami hujan.

Sementara itu, wilayah Sumenep yang berada di bagian timur cenderung mengalami datangnya hujan lebih lambat dibandingkan daerah lainnya.

“Di beberapa daerah sudah turun hujan. Karena kita di posisi daerah timur, maka agak lambat turunnya hujan. Di barat sudah turun hujan,” tutur Fauzi.

Menurut dia, keputusan petani untuk melakukan penanaman tembakau harus disesuaikan dengan kondisi alam.