Menurut KHR. Khalil, jaringan sanad pembacaan Shalawat Nariyah tersebut juga tersebar di sejumlah negara Asia. Di antaranya Brunei, Filipina, Malaysia, dan Singapura.
“Semua sanadnya bermuara kepada KHR. Muhammad bin Imam Gunung Sari,” dawuh KHR. Khalil.

Pesan Wakil Bupati Sumenep
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim, S.H., M.H. turut hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul Khatib Paranggan bin Pangeran Katandur tersebut.
Dalam kesempatan itu, KH Imam Hasyim mengajak keluarga besar keturunan Buju’ Paranggan menjaga nilai kesalehan yang diwariskan para leluhur. Ia meminta nilai tersebut diwujudkan melalui perilaku sehari-hari.
“Kesalehan Buju’ Paranggan hendaknya kita jaga dengan mengamalkan amar makruf nahi mungkar. Semuanya dapat dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil yang dilakukan dengan ketulusan,” kata Wabup Imam Hasyim.
Ia juga mengingatkan bahwa garis keturunan tidak menjadi ukuran utama kemuliaan seseorang. Menurutnya, ketakwaan menjadi ukuran yang harus dijaga setiap manusia.
“Allah tidak menilai seseorang semata-mata karena keturunannya. Yang menjadi ukuran adalah ketakwaan. Karena itu, mari kita menjaga nama baik para leluhur dengan perilaku yang baik,” pungkas Wabup Sumenep.

