SUMENEP, DIMADURA — Politik biasanya punya panggung, pengeras suara, spanduk, dan deretan kursi. Di Kali Marengan, Jumat pagi, 21 Agustus 2026, Partai Demokrat Sumenep memilih ruang yang berbeda. Para kader turun bersama warga, berhadapan dengan sampah, lumpur, dan lumut yang mengendap di aliran sungai.
Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat. Di Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, perayaan partai dikemas melalui gerakan lingkungan dan layanan kesehatan.
Tema Langit Biru Indonesia Asri diterjemahkan ke dalam pekerjaan yang lebih konkret. Membersihkan kali sebelum hujan datang.
Ketua DPC Partai Demokrat Sumenep, H. Indra Wahyudi mengatakan, Kali Marengan dipilih karena kondisinya mulai mengkhawatirkan. Tumpukan sampah terlihat mengendap di sekitar aliran.
Endapan lumpur dan lumut juga mulai muncul. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aliran air ketika musim penghujan tiba.
Pembersihan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi. Sebab diperkirakan musim hujan akan tiba dalam satu hingga dua bulan mendatang.
“Kenapa dilakukan pembersihan di Kali Marengan, sebab sekarang kondisinya banyak tumpukan sampah yang mengendap, kemudian lumpur dan lumutnya sudah bermunculan sehingga harus diantisipasi satu hingga dua bulan ke depan memasuki musim penghujan,” kata Indra.
Para kader Demokrat dan warga kemudian mengangkat sampah dari kawasan sungai. Sejumlah bagian lingkungan juga dicat. Pekerjaan itu terlihat sederhana.
Namun, dari sana politik partai berusaha bersentuhan dengan persoalan yang langsung dirasakan masyarakat: sungai yang kotor dan ancaman genangan ketika hujan turun.
Indra mengatakan gerakan tersebut hendak membangun kesadaran lingkungan secara kolektif. Menurut dia, pesan Langit Biru Indonesia Asri ditujukan kepada kader sekaligus masyarakat.
“Tema besar ini tentu agar bisa membangun kesadaran secara kolektif, yang tidak hanya dari sisi internal kita sebagai struktur Demokrat, tetapi juga memberi kesadaran kepada masyarakat yang lain bahwa kita memperhatikan lingkungan, memperhatikan alam kita agar benar-benar asri,” tutur Wakil Ketua DPRD Sumenep itu.
Persoalan kali juga membawa Demokrat pada agenda yang lebih praktis. Pembersihan dilakukan untuk mengurangi kemungkinan genangan berkepanjangan ketika curah hujan meningkat.
“Kami ingin mengantisipasi sedini mungkin, agar ketika musim penghujan sudah datang, tidak ada lagi genangan air yang berkepanjangan saat hujan datang atau bisa terjadi banjir,” tegasnya.
Di lokasi yang sama, Demokrat menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep.
Untuk gerakan kebersihan, Demokrat mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep. Personel Polresta Sumenep turut membantu pengamanan kegiatan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumenep, Mulyadi, sejumlah anggota DPRD dari Demokrat, serta para ketua PAC Demokrat se-Kabupaten Sumenep ikut hadir.
Keterlibatan mereka memperlihatkan bagaimana ulang tahun partai diarahkan menjadi kegiatan yang bersentuhan langsung dengan ruang hidup warga.
Bagi Indra, kolaborasi menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi dukungan Dinkes P2KB, DLH, dan personel Polresta Sumenep yang ikut menyukseskan rangkaian HUT Demokrat.
Di Kali Marengan, lanjut Indra, perayaan ulang tahun partai akhirnya menemukan bahasa yang berbeda. Tidak melalui pidato panjang tentang politik, melainkan lewat sampah yang diangkat dari sungai, lumpur yang dibersihkan, lingkungan yang dicat, dan warga yang mendapat layanan kesehatan.
Bahasa itu tetap membawa nama partai. Tetapi ukurannya lebih sederhana. “Seberapa jauh sebuah kegiatan politik menyentuh persoalan sehari-hari yang dihadapi warga. Setelah sampah diangkat, pekerjaan berikutnya adalah menjaga agar kali tetap bersih ketika perhatian publik kembali berpindah,” katanya.
“Semangat kita adalah bersama-sama dengan masyarakat membersihkan lingkungan sekaligus membersihkan Kali Marengan,” pungkasnya menutup keterangan.***

