Sejumlah prestasi pun lahir dari proses tersebut. Di antaranya juara harapan II lomba mewarnai di Bangkalan pada 2021, juara II lomba mewarnai se-Sumenep pada 2023, serta juara I lomba mewarnai tingkat Madura pada 2024.

Pada tahun yang sama, Syifa meraih juara III lomba menggambar rangkaian kalender event Sumenep Pentahelix dan juara I lomba menggambar dalam Aeng Tong-Tong Culture Fest se-Sumenep. Pada 2025, ia kembali meraih juara I lomba menggambar sketsa Pancasila se-Sumenep.

Piala-piala itu sebagian tersimpan di rumah dan sebagian berada di sekolah. Namun, bagi keluarga Syifa, kemenangan dalam perlombaan bukanlah tujuan akhir.

“Menang dan kalah dalam lomba itu hal biasa. Juara itu bonus. Bisa ikut lomba dengan maksimal itu sudah bagus,” kata ibunda Syifa.

Memasuki kelas V dan kemudian kelas VI, arah berkarya Syifa mulai berubah. Ia tidak lagi hanya melihat seni sebagai arena perlombaan yang karyanya dinilai oleh dua atau tiga orang juri.

Kanvas memberinya ruang yang berbeda. Karya dapat berdiri sendiri, dipamerkan, dinikmati lebih banyak orang, bahkan menemukan kolektornya.

Perubahan itu pula yang membuat perjalanan Syifa kini bersinggungan dengan BPRS Bhakti Sumekar.

Sebelumnya, tiga karya Syifa dari sebuah pameran telah menarik perhatian sejumlah pihak. Dua lukisan berjudul “Dua Bunga” dan “Ar-Rahim” dipinang Hairil Fajar. Satu karya lain yang menampilkan buah-buahan segar dikoleksi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Mohamad Iksan.

Kini, sebuah karya lain kembali dipinang BPRS Bhakti Sumekar. Kali ini, yang bertemu di atas kanvas adalah dunia seni seorang anak dan gagasan tentang membangun kebiasaan finansial sejak dini.

Di titik itu, kesederhanaan menjadi benang merah. SIMPEL menawarkan cara sederhana untuk mengenalkan anak pada kebiasaan menabung.