SUMENEP, DIMADURA–Komentar akun TikTok PAC PDI Saronggi, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terhadap seorang peternak muda ayam petelur, Moh. Faiq, menjadi perhatian setelah beredar di media sosial.
Akun tersebut diduga menyebut Faiq menyampaikan kritik tanpa didukung data.
Komentar itu muncul pada unggahan akun TikTok @faiqshinoby yang menampilkan Faiq saat menyampaikan pandangannya mengenai kondisi harga telur ayam sabegai narasumber dalam kegiatan Madura Farm Hub di Cafe Tanean, Kebunan, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026).
Dalam kolom komentar, akun PAC PAC PDI Saronggi menulis, "Ini pertanda kalo narsum belum melihat data, atau belum reses ke lapangan ya? wkwkwk...!! semua yg disampaikan hanya kritik asumtif."
Pernyataan tersebut berkaitan dengan pendapat Faiq mengenai kebijakan harga telur ayam dan kondisi harga di tingkat pasar.
Dalam video yang diunggah Faiq Rabu (26/8/2026), ia menyampaikan kritik mengenai kebijakan pemerintah terkait harga telur ayam ras di tengah kondisi harga pasar.
Faiq direktur DRT Eggscape itu mengatakan, Kementeri Pertanian (Kementan) sebelumnya telah menetapkan harga acuan telur ayam ras sebesar sekitar Rp24.000 hingga Rp24.500 per kilogram. Namun, menurut dia, harga yang diterima peternak di lapangan sempat berada di kisaran Rp20.000-Rp21.000 per kilogram.
"Negara itu hanya omong kosong.
Kenapa saya berani mengatakan seperti itu? Karena negara tidak kemudian memiliki daya tarik di tengah himpitan pasar," ujar Faiq dalam video tersebut.
Ia menyebut harga telur di tingkat pasar baru mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp23.500 per kilogram.
Kondisi tersebut, menurut dia, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara kebijakan harga pemerintah dan realitas yang dihadapi peternak.

