Sementara itu, Wakil Ketua IV PCNU Sumenep Dr. KH Muhammad Hosnan mengatakan, peningkatan mutu pendidikan perlu diikuti pembenahan sistem dan tata kelola kelembagaan.
Menurut dia, PC LP Ma’arif NU Sumenep memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan sistem pendidikan yang lebih baik.
Langkah tersebut diperlukan agar satuan pendidikan di bawah naungannya mampu menghadapi perubahan dan tantangan pendidikan.
“LP Ma’arif NU Sumenep harus terus berbenah dan menyiapkan sistem serta tata kelola yang lebih baik. Satuan pendidikan di bawah naungan Ma’arif harus mampu tumbuh menjadi lembaga yang unggul, modern, profesional, dan berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ujar Hosnan.
Ia mengatakan pembenahan tata kelola tidak hanya menyangkut administrasi.
Aspek tersebut juga mencakup peningkatan mutu layanan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan karakter peserta didik, serta kemampuan lembaga melakukan inovasi.
Hosnan juga mengingatkan pentingnya meneruskan perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama di bidang pendidikan.
Menurut dia, pendidikan menjadi salah satu bagian penting dari khidmah NU sejak awal berdirinya organisasi tersebut.
“Perjuangan para muassis dalam bidang pendidikan harus terus kita lanjutkan. Khidmah di bidang pendidikan tidak boleh berhenti, tetapi harus terus kita perjuangkan agar mampu menjawab kebutuhan dan tantangan pendidikan masa depan,” katanya.
Selain penguatan tata kelola, peringatan Harlah ke-97 LP Ma’arif NU Sumenep juga diisi Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

