“Pasien dalam keadaan sadar kan? Keluhannya hanya nyeri perut,” ujar pria tersebut.
Perawat berseragam biru dan berkerudung abu-abu itu kemudian menjelaskan urutan pemberian obat. Saat itu, ia didampingi seorang petugas keamanan rumah sakit.
Menurut penjelasan perawat dalam video, pasien dijadwalkan menerima obat pereda nyeri perut sekitar pukul 17.00 WIB.
Ia juga menyatakan telah menjelaskan fungsi obat kepada pasien sebelum pemberian.
“Setiap saya ngasih obat, saya bilang kepada pasiennya, ini untuk penghilang muntahnya. Sementara obat penghilang nyerinya saya masukkan terakhir,” kata perawat tersebut.
Percakapan kemudian berlanjut pada kondisi pasien setelah mengalami muntah-muntah. Keluarga pasien mempertanyakan tindakan perawat yang disebut meninggalkan pasien saat infus dalam keadaan mati.
“Mbak, dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lalu mbak tinggalkan?” tanya pria tersebut.
Pria itu kembali meminta penjelasan dari perawat mengenai tindakan yang dipersoalkannya.
“Pasien dalam keadaan muntah, mbak tinggalkan? Maksud mbak gimana jadi perawat? Ayo jawab,” lanjutnya.
“Dr skit biasa masuk BHC sumenep berujung MAUT,,,, kelalaian salah satu pegawainya yg tidak bertanggung jawab entah apa yg ada di pikirannya sampai² nyawa orang di anggap UJI COBA,,,Dengan beberapa suntikan yg bisa menyebabkan kehilangan nyawanya letak kesalahannya dimna?? Ketika sedang berjuang dg cairn yg masuk kedalam tubuhnya dan cairan yg keluar dr hidung dan mulutnya DALAM KEADAAN INFUS DIMATIKAN dn perawatnya meninggalkannya.apakah ini layak di sebut penyelamat,,katanya perawat BHC sudah terpilih kok bisa seperti ini?,” tulis pemilik akun tersebut, sebagaimana dilansir dimadura.id pada Rabu (14/10).

