"Jaga UNIBA, rawat cita-citanya, dan buktikan bahwa dari kampus ini akan lahir generasi yang mampu mengharumkan nama Madura," pesannya.

Di mata Prof. AQ, Badan Eksekutif Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara mahasiswa, yayasan, dan pimpinan universitas. Melalui organisasi itu, aspirasi mahasiswa dapat disalurkan, program akademik dikawal, dan budaya organisasi terus bertumbuh.

Ia pun memastikan Yayasan Qudsiyah Bahaudin Mudhary akan terus mendukung setiap agenda mahasiswa yang sejalan dengan visi UNIBA Madura sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, sekaligus berakar pada nilai-nilai budaya Madura.

Menurut Prof. Achsanul Qosasi, keberhasilan sebuah universitas tidak hanya diukur dari banyaknya gedung, akreditasi, atau jumlah mahasiswa. Lebih dari itu, keberhasilan kampus lahir ketika para mahasiswanya memiliki keberanian bermimpi, ruang untuk bertumbuh, dan komitmen mengabdikan ilmunya bagi masyarakat.

"Sebab, di balik setiap ruang kuliah yang dibangun, sebenarnya kita sedang menitipkan satu cita-cita besar: menjadikan UNIBA sebagai rumah lahirnya generasi yang akan membawa Madura melangkah lebih jauh," tambahnya.

Gagasan yang dibangun Prof. AQ mendapat dukungan dari Rektor UNIBA Madura, Prof. Rachmad Hidayat. Menurutnya, mahasiswa merupakan mitra strategis dalam pembangunan kampus.

"Mahasiswa merupakan mitra strategis universitas. Karena itu, kami berharap BEM Kabinet Reksa Perjuangan mampu menjadi pelopor lahirnya gagasan-gagasan inovatif, menjaga budaya akademik yang sehat, serta menghadirkan program-program yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Prof. Rachmad.

"Pimpinan universitas akan terus membuka ruang kolaborasi agar potensi mahasiswa dapat berkembang secara optimal," imbuhnya.***