PROFIL, DIMADURA – Warga Dusun Telenteyan, Desa Longos, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, A’yat Khalili, tampil membacakan puisi kebangsaan dalam malam puncak penghargaan lomba cipta puisi nasional yang digelar Garuda TV.
Penampilan tersebut berlangsung Rabu, 11 Februari 2026, pukul 19.00 WIB di Yudistira Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta.
Acara disiarkan secara langsung melalui televisi nasional dan kanal YouTube resmi Garuda TV, dengan sekitar 550 undangan terbatas dari berbagai kalangan dan tokoh lintas agama.
Dalam ajang bertema “Merajut Kebangsaan: Solidaritas untuk Indonesia†itu, A’yat membawakan puisinya berjudul “Tanah Ini Tanah Bersamaâ€, yang sebelumnya dinobatkan sebagai Juara Pertama dari total 2.739 karya yang masuk dari seluruh Indonesia.
Sebagian bait puisinya menggugah refleksi kebangsaan dan kemanusiaan:
namun tanah membuka dada yang setara, tanpa bertanya agama siapa paling mulia,
..........................
perih yang sama tak membuat kita bertanya, suku mana yang paling berhak berkuasa atas duka,
Puisi tersebut dinilai kuat menyuarakan persaudaraan lintas identitas, terutama dalam konteks solidaritas pascabencana di sejumlah wilayah Sumatera seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
[caption id="attachment_17884" align="aligncenter" width="700"]
A'yat Khalili, saat menerima penghargaan dari Direktur Utama Garuda TV sebagai Juara 1 Lomba Cipta Puisi Kebangsaan Tingkat Umum Nasional (Foto: Istimewa/doc.dimadura)[/caption]
Direktur Utama Garuda TV, Fahmi Muhammad Anwari, mengaku tersentuh dengan karya yang dibacakan pemuda asal Sumenep itu.