Saham BJTM Makin Atraktif, Bank Jatim Bagikan Dividen Yield Potensial 9,6 Persen
NEWS, DIMADURA – Bank Jatim kembali memberi sinyal positif kepada pasar. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Surabaya, perseroan memutuskan membagikan dividen sebesar 55 persen dari laba bersih tahun buku 2025.
Total dividen yang dikucurkan mencapai Rp850,17 miliar dari laba bersih konsolidasi perusahaan yang tercatat sebesar Rp1,61 triliun.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, mengatakan pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham, sesuai keputusan dalam RUPST.
“Dalam RUPS Tahunan Tahun Buku 2025, Bank Jatim membagikan dividen sebesar Rp56,62 per lembar saham, sehingga total dividen yang disalurkan kepada pemegang saham mencapai Rp850,17 miliar,” kata Winardi di Surabaya, Rabu (6/5).
Nominal tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang berada di level Rp54,71 per saham. Kenaikan itu memperpanjang tren positif pembagian dividen Bank Jatim dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan mengacu pada harga penutupan saham BJTM di level Rp590 pada perdagangan Selasa (5/5), potensi dividend yield saham BJTM diperkirakan berada di kisaran 9,6 persen, menjadikannya salah satu saham sektor perbankan daerah yang cukup menarik bagi investor.
Dari sisi fundamental, kinerja keuangan konsolidasi perseroan juga menunjukkan pertumbuhan solid. Total aset Bank Jatim tercatat mencapai Rp168,85 triliun atau tumbuh 42,93 persen secara tahunan, sementara laba bersih meningkat 24,8 persen menjadi Rp1,61 triliun.
Pada level bank only, perseroan membukukan total aset sebesar Rp105,8 triliun atau tumbuh 3,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara laba bersih tercatat Rp1,54 triliun, naik 20,65 persen secara tahunan.
Selain menyepakati pembagian dividen, RUPST juga mengesahkan sejumlah penyesuaian struktur organisasi direksi dan komisaris.
Salah satu keputusan penting adalah penunjukan Andry Wicaksono sebagai Direktur Manajemen Risiko. Sementara Moh. Nasih ditetapkan sebagai Komisaris Independen. Adapun posisi Anggota Dewan Pengawas Syariah kini diisi Abdullah Syamsul Arifin.
Winardi menilai konsistensi pertumbuhan laba dan kenaikan dividen menjadi fondasi penting untuk menjaga kepercayaan investor terhadap saham BJTM di tengah dinamika pasar keuangan. “Semoga kepercayaan investor terus meningkat,” ucapnya.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





