PMII UNIBA Madura Demo Disbudporapar Sumenep, Soroti Pengawasan THM dan Arah Kebijakan Pariwisata
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Aksi demonstrasi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura di Kantor Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Senin (29/12/2026).
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aksi tersebut menyoroti dugaan lemahnya kinerja Disbudporapar Sumenep, Jawa Timur, dalam menjalankan fungsi pengawasan, pembinaan, serta penegakan aturan, khususnya terhadap Tempat Hiburan Malam (THM) dan pengelolaan sektor pariwisata daerah.
Aksi ini berlangsung tegang saat terjadi dialog antara perwakilan massa aksi dan pihak Disbudporapar berlangsung alot.
Perdebatan memanas hingga akhirnya Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep meninggalkan lokasi tanpa adanya kesepakatan atas tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Salah satu peserta aksi, Aditya Aprianto, mempertanyakan konsistensi kebijakan Disbudporapar dengan regulasi pemerintah pusat.
Ia menilai, kebijakan yang dijalankan masih belum sejalan dengan arah pembangunan nasional.
“Sudah jelas ada perintah refocusing dari kegiatan seremonial ke pembangunan yang berkelanjutan sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 dan peraturan dari Kementerian Dalam Negeri. Namun faktanya, Disbudporapar masih terjebak pada pola lama,” ujar Aditya di sela aksi, Senin,(29/12/25).
Ia juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai lemah dalam menindak THM yang diduga melanggar ketentuan.
Menurutnya, hingga kini tidak terlihat langkah tegas dari dinas terkait.
“Bahkan untuk memberikan rekomendasi penutupan THM yang melanggar saja tidak berani,” katanya.
Selain itu, Aditya mempertanyakan klaim Disbudporapar yang menyebut selalu terlibat dalam kegiatan razia THM. Ia menilai klaim tersebut tidak disertai bukti yang jelas.
“Ketika ditanya THM mana saja yang ditindak atau direkomendasikan untuk ditutup, pihak Disbudporapar tidak mampu memberikan jawaban yang konkret dan terkesan berputar-putar,” ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan koordinator Lapangan Aksi PMII UNIBA Madura, Akil, ia mengatakan bahwa jawaban yang disampaikan pihak dinas tidak menyentuh substansi persoalan yang dipersoalkan mahasiswa.
“Jawaban yang disampaikan tidak menjawab inti masalah. Ini menunjukkan lemahnya fungsi pengawasan dan adanya pembiaran terhadap pelanggaran,” kata Akil.
Situasi semakin memanas ketika sejumlah pertanyaan dari massa aksi tidak mendapatkan respons yang memadai.
Tanpa penjelasan lanjutan, Kepala Disbudporapar Sumenep bersama jajarannya memilih kembali masuk ke dalam kantor.
Sikap tersebut memicu kekecewaan massa aksi, yang kemudian melakukan aksi pembakaran ban di depan kantor Disbudporapar sebagai bentuk protes.
Akil menegaskan bahwa aksi tersebut tidak akan berhenti sampai tuntutan mereka ditindaklanjuti.
Ia menyatakan pihaknya siap menggelar aksi lanjutan jika tidak ada kejelasan dari pemerintah daerah.
“Jika tuntutan kami tidak ditindaklanjuti dan masih terkesan ada yang ditutup-tutupi, kami akan kembali melakukan aksi lanjutan. Ini adalah komitmen kami,”ucapnya dengan nada tegas.
Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kabupaten Sumenep, Mohammad Iksan, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal sepanjang tahun berjalan dalam mengelola sektor pariwisata dan kegiatan kebudayaan.
“Kami sudah berjuang semaksimal mungkin. Soal kalender event, semakin sedikit justru semakin baik, dan sektor pariwisata kami rasa sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Mohammad Iksan.
Namun perihal sejumlah tuntutan dari massa kasi hingga berita ini diturunkan, Disbudporapar Kabupaten Sumenep belum memberikan keterangan resmi lanjutan.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




