Merawat “Akar” Simpul Damar Ate
Catatan : Agus Salim Faradilla
KOMUNITAS, DIMADURA – 26 Januari lalu saya memulai perawatan akar gigi geraham kiri bawah paling belakang. Kondisinya sudah cukup parah, mahkotanya berlubang dan sering kali nyeri dan berdarah.
Sekitar tiga bulan terakhir makin terasa ngilu saat mengunyah. Makan pun terasa kurang nikmat. Baru tersadar bahwa gigi yang Tuhan kasih sebagai alat makan ini sangat vital. Belum lagi sebagai fungsi estetika.
Tak terbayang kalau di usia semuda saya yang masih 20 tahun lebih (anggap saja begitu) harus ompong.
Ternyata, menjalani perawatan akar gigi itu tidak mudah. Terbukti sampai catatan ini saya tulis, sudah tiga kali saya harus bolak balik ke klinik, merelakan gigi saya dibor, dicongkel, digerinda. Belum lagi mulut harus nganga cukup lama, bibir dan area pipi ditarik- tarik sembari dimasukkan selang suction/aspirator.
Meski menggunakan peralatan medis dan dikerjakan oleh dokter spesialis, prosesnya cukup menguras tenaga dan isi dompet. Ini pun masih sisa satu tahap lagi untuk kemudian jadi tuntas, yakni pemasangan mahkota gigi untuk menjadikan geraham saya utuh dan bisa dipakai mengunyah lagi dengan lebih baik.
Ya Tuhan, nikmat-Mu mana lagi yang saya dustakan? Betapa kurang bersyukurnya saya dengan tidak merawat gigi saya dengan baik.
Semoga saya senantiasa diberi keluasan ingatan untuk terus beryukur atas anugerah sisa gigi yang masih utuh untuk saya rawat selama mungkin.
Mengingat peristiwa perawatan gigi saya ini, tanpa dinyana ‘merawat akar’ ini menjadi tema besar dari diskusi penggiat Maiyah Damar Ate malam ini (Sabtu, 21 Februari 2026) di Warkop Cuan.
Setelah janjian sejak sepekan lalu, kami sepakat untuk ngopi dan ngobrol soal rencana menghidupkan kembali tradisi sinau bareng majelis Maiyah sebagai upaya menghadirkan ruang bertukar pikiran dan mengkaji khazanah pengetahuan tentang ilmu, budaya dan apapun juga.
Kami, saya, Khalil Tirta, Andi Eka Vantri, Mufti dan Fahrur Rosi bertemu di Warkop Cuan dan membicarakan itu semua.
Tiba pada satu kesimpulan bahwa Damar Ate dengan aktifitas sinau barengnya harus terus kita rawat. Maka beberapa hal selama perjalanan Damar Ate sejak berdiri Agustus 2018 kita evaluasi.
Ke depan kita akan mulai mengambil langkah penting demi tujuan merawat akar itu tadi, yakni akan kembali merutinkan sinau bareng yang rencananya akan mulai kita gelar pertengahan Ramadhan ini. Warkop Cuan kita pilih dan sepakati sebagai majelis utama.
Semoga ikhtiar ini dinilai baik oleh Allah dan mendapatkan limpahan keberkahan bulan baik, bulan suci Ramadhan. Amin.
Talango, 22 Februari 2026
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





