Arinna Premium Hijab Hadirkan Elegansi Timur Tengah di Runway MUFWAY 2026
NEWS, DIMADURA – Brand modest fashion Arinna Premium Hijab menghadirkan nuansa elegansi Timur Tengah melalui koleksi terbarunya dalam ajang Muslim Fashion Runway 2026 yang digelar di Pakuwon Mall Surabaya, Jumat (6/3/2026).
Dalam perhelatan fashion muslim tahunan tersebut, Arinna Premium Hijab memperkenalkan koleksi bertema “Middle East – Petra Jordan”, yang terinspirasi dari kekayaan budaya Timur Tengah dengan sentuhan desain modern dan tetap mempertahankan nilai syar’i.
Owner Arinna Premium Hijab, Hj. Arinna Hidayah, mengatakan keikutsertaan brandnya dalam ajang MUFWAY 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya modest fashion yang elegan dan berkarakter.
“Tema Petra Jordan kami pilih karena terinspirasi dari keindahan budaya Timur Tengah yang kaya dengan nuansa klasik, elegan, dan penuh karakter. Kami ingin menghadirkan koleksi yang tetap syar’i namun modern dan berkelas,” kata Arinna saat ditemui di sela kegiatan, Jumat (6/3/2026).
Pada sesi runway show tersebut, koleksi Arinna Premium Hijab diperagakan oleh sejumlah model profesional serta figur publik. Beberapa di antaranya adalah Irish Bella, Arumi Bachsin, Milla DA7, dan Selfi Yamma yang turut menampilkan pesona busana muslim modern di atas runway.
Arinna menjelaskan, setiap koleksi dirancang dengan detail yang menonjolkan keanggunan perempuan muslimah masa kini. Mulai dari pemilihan warna yang lembut, motif yang khas, hingga material kain yang nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas.
“Kami ingin menunjukkan bahwa busana muslim tidak hanya tentang menutup aurat, tetapi juga bisa menjadi simbol keanggunan dan kepercayaan diri bagi perempuan muslimah,” ungkapnya.
Keikutsertaan Arinna Premium Hijab dalam ajang tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan brand sekaligus memperkenalkan karya modest fashion Indonesia kepada pasar yang lebih luas.
“Semoga kehadiran kami di MUFWAY 2026 bisa memberikan inspirasi bagi para muslimah untuk tetap tampil anggun, percaya diri, dan bangga dengan identitas busana muslim,” pungkas Arinna.
Sementara itu, Founder MUFWAY, Dian Apriliana Dewi, menyampaikan bahwa event fashion muslim tersebut telah memasuki penyelenggaraan tahun keenam dengan melibatkan puluhan desainer dari berbagai daerah.
“Event MUFWAY ini sudah tahun ke-6. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada pelaku bisnis dan industri fashion, khususnya busana muslim dan modest fashion, agar tetap aktif dan bisa menampilkan karya terbaik,” kata Dian.
Ia menyebut, industri busana muslim Indonesia memiliki potensi besar di pasar global. Indonesia bahkan disebut sebagai salah satu negara produsen busana muslim terbesar di dunia sehingga membutuhkan dukungan berbagai pihak, terutama bagi pelaku UMKM di sektor modest fashion.
“Sebagai negara ketiga dalam produksi busana muslim dunia, kita juga harus ikut mendukung. Terutama untuk UMKM yang bergerak di bisnis busana muslim,” katanya.
Pada MUFWAY 2026, tercatat sekitar 19 desainer turut berpartisipasi dalam pameran dan fashion show. Selain itu, acara juga menghadirkan peragaan busana desainer anak-anak yang melibatkan sekitar 30 peserta.
Dian menambahkan, setiap tahun jumlah peserta dan antusiasme pengunjung terus meningkat. Pada penyelenggaraan tahun ini, transaksi penjualan selama event ditargetkan dapat menembus angka Rp3 miliar.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





