Pelukis Cilik Sumenep Syifa Siapkan Karya “Al-Khaliq” Menuju Pameran KLOPS 2026
Setelah karya lukisnya dikoleksi pejabat daerah, siswi kelas 5 SDIT Al-Hidayah Sumenep ini kembali menyiapkan karya terbaru untuk ajang pameran kaligrafi KLOPS awal bulan depan.
NEWS, DIMADURA – Semangat berkarya terus ditunjukkan oleh Syifaul Millah Arsa. Siswi kelas 5 SDIT Al-Hidayah Sumenep itu kembali mempersiapkan diri untuk tampil dalam Pameran Kaligrafi #1 yang digelar oleh Kelompok Perupa Sumenep (KLOPS).
Sebelumnya, Syifa sukses mencuri perhatian dalam ajang Muda Mudi Art Exhibition 2026 yang berlangsung pada 8 hingga 10 Mei 2026 di Gedung KORPRI, Sumenep.
Dalam pameran tersebut, sejumlah karya lukisnya berhasil menarik minat kolektor, termasuk dua pejabat daerah.
Ayah Syifa, Adi Yono, mengaku bangga atas capaian putrinya yang mulai mendapat apresiasi luas.
“Alhamdulillah, setelah ikut Pameran Muda Mudi pada tanggal 08 hingga 10 kemarin, di Gedung KORPRI Sumenep, karya Syifa disukai mau dikoleksi oleh Bapak Kadis Pendidikan Sumenep dan juga Dirut BPRS,” kata Adi Yono, beberapa waktu lalu.
Kini Syifa tengah menyiapkan karya terbaru bertajuk Al-Khaliq atau Maha Pencipta. Lukisan bernuansa kaligrafi itu disebut disiapkan secara khusus untuk dipersembahkan kepada Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Ini sekarang lagi berkarya, persiapan ikut pameran kaligrafi tanggal 1 Mei mendatang di Hotel Suramadu Sumenep,” kata Adi dalam keterangan terbaru kepada media ini, Minggu (17/5).
Pada pameran sebelumnya, tiga dari sejumlah karya Syifa berhasil memikat perhatian. Dua lukisannya berjudul “Dua Bunga” dan “Ar-Rahim” dipinang oleh Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar.
Sementara satu karya lain yang menampilkan buah-buah segar dikoleksi Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Mohamad Iksan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sumenep, Mohamad Iksan, menilai bakat yang dimiliki Syifa patut mendapat dukungan nyata dari berbagai pihak, terutama dari kalangan yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.
“Ya, selayaknya semua pejabat dan orang-orang yang konsen terhadap pendidikan, utamanya kepada anak yang punya bakat, diberikan penghargaan,” kata Iksan, Rabu (13/5/2026).

Menurutnya, bentuk apresiasi terhadap karya anak berprestasi bukan hanya sebatas pujian, tetapi juga penghargaan yang mampu memberi motivasi agar mereka terus berkembang. “Jadi karya-karyanya dihargai, kita memberikan apresiasi kepada anak tersebut,” ujarnya.
Ia mengaku salah satu karya Syifa nantinya akan dipajang di ruang kerjanya sebagai bentuk dukungan terhadap siswa berprestasi.
“Ini salah satu contoh, nanti saya letakkan di ruangan saya, sebagai simbol bahwa kita selalu mengupayakan penghargaan kepada siapapun siswa yang berprestasi,” pungkasnya.

Apresiasi serupa disampaikan Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar. Ia mengaku terkesan dengan kemampuan Syifa yang sudah mampu menghasilkan karya seni di usia sekolah dasar.
“Saya pribadi sangat mengapresiasi karya Lukisan Adik Syifa, memiliki keterampilan dan keahlian di usia muda, siswa kelas 5 SD sudah memiliki karya yang bagus,” ucap Dirut BPRS lewat media perpesanan, Selasa (12/5/2026).
Ketertarikannya terhadap karya Syifa bahkan berlanjut pada pemesanan lukisan khusus yang menggambarkan kantor BPRS Bhakti Sumekar.
***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow





