Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu guru menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, mendalam, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Guru PPKn memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan membentuk karakter peserta didik. Karena itu, guru perlu dibekali kemampuan untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, mendalam, dan berbasis teknologi,” kata Listyaningsih.
Dalam kegiatan tersebut, Prodi PPKn UNESA menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar pendidikan sebagai narasumber, yakni Dr. Walib Abdullah, Dr. Siti Maizul Habibah, Dr. Harmanto, Listyaningsih, serta Beti Indah Sari.
Mereka memaparkan berbagai materi terkait konsep pembelajaran mendalam, strategi integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, pemanfaatan media digital interaktif, hingga pengembangan desain pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Tidak hanya berupa pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi pendampingan praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis inovasi teknologi.
Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran di kelas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai isu mengemuka dalam sesi diskusi, mulai dari pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran, pengembangan media interaktif, hingga strategi menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik.
"Kami harapkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dapat terus diperkuat guna mendorong terciptanya inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mendukung penguatan karakter kebangsaan generasi muda," harapnya. ***

