BANGKALAN, DIMADURA–Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) menggelar pelatihan dan pendampingan bagi guru Pendidikan Pancasila yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PPKn Kabupaten Bangkalan.
Kegiatan yang berlangsung di Aula SMA Negeri 1 Bangkalan tersebut mengusung tema “Pelatihan dan Pendampingan Guru PPKn dalam Implementasi Pembelajaran Mendalam Berbasis Inovasi Teknologi pada MGMP SMA Kabupaten Bangkalan”.
Pelatihan itu bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan literasi digital para pendidik di tengah transformasi dunia pendidikan, dan diikuti 30 guru Pendidikan Pancasila di Aula SMA Negeri 1 Bangkalan, Rabu (8/7/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.
Upaya tersebut dilakukan melalui penerapan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam yang selaras dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21 serta perkembangan teknologi digital.
Kepala Disdik Bangkalan H. Moch Musleh, mengapresiasi inisiatif Prodi PPKn UNESA dalam memperkuat kapasitas guru melalui program pengabdian yang dinilai relevan dengan tantangan dunia pendidikan saat ini.
“Transformasi pendidikan saat ini menuntut guru untuk mampu memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran yang mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat,” jelasnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan Ketua MGMP PPKn Kabupaten Bangkalan, Ita Hosna Karolina.
Menurut dia, pelatihan dan pendampingan tersebut sangat dibutuhkan para guru untuk memperkuat kompetensi pedagogik dan literasi digital di tengah perubahan kurikulum serta pesatnya perkembangan teknologi pendidikan.
Sementara itu, Koordinator Program Studi PPKn FISIPOL UNESA, Listyaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Ia berharap pelatihan tersebut dapat membantu guru menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, mendalam, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Guru PPKn memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila dan membentuk karakter peserta didik. Karena itu, guru perlu dibekali kemampuan untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif, mendalam, dan berbasis teknologi,” kata Listyaningsih.
Dalam kegiatan tersebut, Prodi PPKn UNESA menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar pendidikan sebagai narasumber, yakni Dr. Walib Abdullah, Dr. Siti Maizul Habibah, Dr. Harmanto, Listyaningsih, serta Beti Indah Sari.
Mereka memaparkan berbagai materi terkait konsep pembelajaran mendalam, strategi integrasi teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila, pemanfaatan media digital interaktif, hingga pengembangan desain pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Tidak hanya berupa pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi pendampingan praktik penyusunan perangkat pembelajaran berbasis inovasi teknologi.
Para peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam penerapan pembelajaran di kelas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Berbagai isu mengemuka dalam sesi diskusi, mulai dari pemanfaatan platform digital untuk pembelajaran, pengembangan media interaktif, hingga strategi menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik.
"Kami harapkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas guru dapat terus diperkuat guna mendorong terciptanya inovasi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman sekaligus mendukung penguatan karakter kebangsaan generasi muda," harapnya. ***

