dimadura
Beranda Tomang Sumenep Bupati Fauzi Akan Sidak Dapur MBG, Pastikan Makanan Anak Sumenep Higienis

Bupati Fauzi Akan Sidak Dapur MBG, Pastikan Makanan Anak Sumenep Higienis

KONSOLIDASI. Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat memberikan arahan dalam kegiatan pembinaan dan koordinasi di Sumenep terkait pengawasan pelaksanaan program MBG. (foto:ist/doc.dimadura)

Cropped Cropped Dimadura Logo2 1 150X150 1NEWS DIMADURA – Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan komitmennya untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke seluruh dapur pelaksana program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan standar kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, hingga proses pengolahan menu bagi para pelajar benar-benar terjaga dengan baik.

Pernyataan itu disampaikan Bupati Fauzi ketika melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Guluk-Guluk. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa para pelajar di Sumenep berhak memperoleh makanan yang sehat, aman dikonsumsi, serta memiliki kandungan gizi yang memadai sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang kuat dan berkualitas.

“Anak-anak kita berhak mendapatkan makanan yang bergizi dan aman. Karena itu saya akan turun langsung melakukan sidak ke dapur-dapur MBG untuk memastikan semuanya berjalan sesuai standar kebersihan dan kualitas bahan makanan,” ujar Bupati Fauzi, Jumat (6/3).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fauzi turut didampingi Ketua Perkumpulan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, Ubaid Abdul Hayat, serta camat setempat.

Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam mengawal pelaksanaan program MBG agar berjalan maksimal.

Menurut Bupati Fauzi, rencana sidak tersebut bukan sekadar kegiatan formalitas. Pemerintah daerah ingin memastikan bahwa program nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesehatan anak-anak.

Ia menambahkan, apabila ditemukan dapur pelaksana yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan, pemerintah daerah akan memberikan rekomendasi tegas kepada pihak yang berwenang, bahkan tidak menutup kemungkinan melaporkannya kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat pusat.

“Jika ada dapur yang tidak memenuhi standar, tentu akan kami berikan rekomendasi tegas kepada pihak berwenang, bahkan bisa dilaporkan ke BGN pusat. Program MBG harus benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak, bukan sekadar rutinitas administratif,” tegasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap pelaksanaan program MBG tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi anak-anak di daerah. (*)

Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.

Follow
Komentar
Bagikan:

Konten Iklan