HUT Ketiga PD IPARI Sumenep Angkat Tema Gerak Batin Ekoteologis
NEWS SUMENEP, DIMADURA–Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Sumenep memperingati hari jadinya yang ke-3 dengan menggelar gerakan peduli lingkungan.
Aacara tersebut bertajuk “Gerak Batin Ekoteologis” di kawasan wisata religi Asta Bhujuk Pongkeng Syekh Arif Muhammad, Desa Pakandangan Sangrah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.
Kegiatan yang memadukan pendekatan spiritual dan aksi ekologis tersebut diikuti sebanyak 175 penyuluh agama lintas iman dari 27 kecamatan di wilayah daratan maupun kepulauan Sumenep.
Gerakan peduli lingkungan itu juga dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep bersama jajaran serta sejumlah unsur Forkopimka dan organisasi kemasyarakatan.
Ketua PD IPARI Kabupaten Sumenep, Moh. Halili, mengatakan isu lingkungan saat ini menjadi bagian penting dalam misi penyuluhan dan dakwah keagamaan.
Menurut dia, menjaga kelestarian alam tidak dapat dipisahkan dari nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab moral manusia terhadap lingkungan.
“Gerakan ini merupakan bentuk panggilan iman. Kami ingin menegaskan bahwa menjaga alam adalah bagian dari ajaran teologi dan bentuk ibadah kepada Tuhan,” jelas Halili.
Rangkaian kegiatan diawali dengan istighotsah dan tausiyah bertema ekoteologi sebagai upaya membangun kesadaran spiritual tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan hidup.
Setelah itu, peserta melaksanakan aksi bersih-bersih di area sekitar Asta Bhujuk Pongkeng yang menjadi salah satu lokasi wisata religi dan situs bersejarah di Kabupaten Sumenep.
Sebagai puncak acara, PD IPARI Sumenep meluncurkan Gerakan Menanam 1.000 Pohon Cinta dengan melakukan penanaman simbolis lebih dari 300 bibit pohon avokado.
Penanaman perdana dilakukan bersama Kepala Kantor Kemenag Sumenep serta melibatkan unsur kecamatan, Koramil, Polsek, LPBI-NU Sumenep, dan mahasiswa PMII UPI Sumenep.
Bibit pohon yang ditanam merupakan varietas avokado unggulan, seperti Aligator, Miki, Red Vietnam, dan Markus atau Kendil, yang dikenal memiliki ukuran buah besar dan produktivitas tinggi.
Sementara itu, sisa bibit lainnya akan dibagikan secara bertahap kepada para penyuluh agama di 27 kecamatan untuk ditanam di wilayah tugas masing-masing.
Halili menambahkan, seluruh pembiayaan kegiatan, termasuk pengadaan ribuan bibit pohon, berasal dari kas internal organisasi tanpa dukungan pendanaan eksternal.
Menurut dia, hal tersebut menjadi bukti komitmen dan semangat gotong royong para penyuluh agama dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan.
Halili berharap hadirnya aksi peduli lingkungan itu kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat serta mampu melahirkan gerakan sosial berbasis spiritualitas dan kepedulian ekologis di tengah masyarakat.
“Ini menjadi wujud nyata kepedulian kami terhadap kelestarian bumi sekaligus bentuk tanggung jawab sosial kepada generasi mendatang,” katanya.***
Follow akun TikTok dimadura.id untuk update video berita terbaru.
Follow




