Aviv Muhammad, dari Biro Pendidikan, melihat kemampuan literasi sebagai bekal penting bagi santri, termasuk mereka yang tinggal di wilayah perdesaan.

“Pelatihan literasi bahasa Indonesia seperti ini sangat diperlukan bagi para santri, khususnya santri yang berada di pelosok desa, agar mereka mampu menghadapi tantangan zaman,” ucapnya.

Kata, kalimat, huruf kapital, dan tanda baca menjadi pintu masuk. "Dari situ, KKN Posko 04 mencoba menumbuhkan kebiasaan yang lebih panjang: membaca, menulis, lalu berani menyampaikan gagasan," imbuhnya mengakhiri keterangan. ***