BEGITU kata Haji Adi, sapaan akrab Pemimpin Redaksi (Pemred) Update Jatim, H. Adi Pranoto, saat diwawancara jurnalis media ini tentang cara pandangnya terhadap jurnalistik dan pengalaman panjangnya sebagai wartawan lapangan, Senin (9/9/2026).

Lahir di Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Sumenep, 8 Januari 1992, Adi tumbuh menjadi jurnalis yang banyak menghabiskan waktunya di lapangan.

Dalam kehidupan keluarga, ia merupakan ayah bagi tiga anak: Alfado Desta Pranoto, Aprilio Ezhar Pranoto, dan Arraudha Zevania Putri Pranoto.

Bukan Hanya Kasuistik

Menurut Adi, berita tidak melulu harus berangkat dari perkara, konflik, atau persoalan yang bersifat kasuistik.

Ada banyak cerita yang bisa ditemukan ketika wartawan mau turun langsung, menjelajah tempat, bertemu warga, dan mendengar cerita dari mereka yang berada di sana.

“Bagi saya, berita itu tidak selalu harus lahir dari sebuah kasus. Kasuistik saja tidak bagus. Kadang, ia tumbuh dari tempat yang jauh, dari cerita warga, atau dari potensi daerah yang belum banyak diketahui,” tuturnya.

Pandangan itu tumbuh dari perjalanan Adi di dunia jurnalistik. Ia mulai bekerja di media sejak 2014, ketika bergabung dengan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), meski saat itu ditempatkan di bagian manajemen, bukan keredaksian.

Tiga tahun kemudian, pada awal 2017, ia benar-benar masuk ke dunia jurnalistik lapangan sebagai wartawan Koran Harian Pojok Kiri.

Sejak saat itu, ia mulai lebih banyak bersentuhan dengan peristiwa, masyarakat, dan berbagai potensi yang ada di Sumenep.